DZIKIR, ‘ZAT ADIKTIF’ DARI LANGIT

Oleh : Abah Jagat Al Khoolish

DZIKIR itu ‘zat adiktif’ yang diturunkan dari langit. Mengamalkan DZIKIR secara kontinum akan kecanduan mengamalkannya lagi dan lagi.
.
Mulanya banyak yang tak suka. Tak sedikit mencerca. Menghina pengamalnya seorang gila, seorang riya.
.
.
Hanya yang memaksa bisa-lah yang akhirnya dibisakan jatuh cinta DZIKIR dan merasakan nikmatnya ber-DZIKIR. Rasa yang membuat bahagia. Ketagihan.
.
.
Bagi yang memaksa bisa, lama-lama akan terbiasa. Keterbiasaan itu menjadi kebiasaan. Dari kebiasaan itu memantik rasa suka, yang melahirkan kebutuhan menikmati perasaan bahagia, kenikmatan yang ingin dinikmati secara berulang-ulang. Dari mana datangnya kenikmatan itu?
.
.
Rasa nikmat itu datang dari sebuah zat, sebuah hormon, yang dirangsang keluar oleh sesuatu. Hormon endorfin namanya. Yaitu, jenis hormon, senyawa kimia di tubuh yang memproduksi rasa gembira, zat yang melahirkan sensasi rasa senang di hati dan pada saat yang sama bisa menyembuhkan luka hati, menurukan tekanan mental (stress).
.
.
Semakin hormon endorfinnya melimpah, semakin tenang dan senang hidupnya. Nah, gerak DZIKIR, irama suara DZIKIR, terbukti bisa merangsang lahirnya hormon endorfin dalam jumlah yang melimpah. Semakin banyak DZIKIR-nya semakin melimpah-ruah cadangan hormonnya, semakin riang gembira perasannya, pikirannya.
.
.
Karena merasakan nikmatnya maka ingin dilakukannya berulang-ulang. Lagi dan lagi. Inilah awal mula kecanduan, jadilah DZIKIR senyawa kimia yang membuat seseorang kecanduan. Jadilah DZIKIR tak ubah zat adiktif. Reaksi adiksinya seperti orang-orang yang menggunakan Narkoba. Bedanya, obat-obat terlarang itu merangsang dengan paksa, oleh karenanya membahayakan jiwa-raga, lahirnya kelenjar hormon endorfin. Karena merasakan enaknya, merasakan ekstase, fly, maka ketagihan mengkonsumsinya.
.
Ketahuilah, tidak perlu Narkoba untuk menemukan kebahagiaan, mengusir kesedihan dan kecemasan. Gerak, suara, dan irama DZIKIR seperti diajarkan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi Wasallam terbukti nyata bisa memantik bahkan melahirkan hormon sumber ketentraman dan kebahagiaan hati. Kalam Guru Sufi Agung Syeikh Muhammmad Abdul Gaos: “Kita harus bahagianya ya hanya oleh DZIKIR, tidak oleh yang lain-lain.”
.
.
Bagi yang belum, segera cari tahu bagaimana caranya agar DZIKIR-nya bekerja mengeluarkan senyawa kimia rasa bahagia. Mulanya, semua wajib memaksa bisa, agar terbiasa. Setelah terbiasa akan terasa, pandai merasa, menemukan sensasi rasa bahagia dengannya. Rasa bahagia dari NAMA yang di-DZIKIR-kan, yang diucapkan di mulut dan yang diingat di hati.
.
.
Hidup slalu bahagia, hidup luar biasa: kehidupan pecandu Kesucian Jiwa. Pecandu yang biasanya tertarik jadi pengedar, yang biasanya juga jadi bandar dan mafia Kesucian Jiwa. Orang-orang yang memiliki kepekaaan dan ketajaman rasa: senang, senang dan pandai menyenangkan orang lain.

Salam sayang,
Abah Jagat 21

 

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Ziyarah ke makam itu, utamanya makam para Aulia ALLOH, sejatinya bukan hanya untuk mengingat kematian [ذكرالموت] tapi juga untuk mengingat tentang kehidupan dan bagaimana agar tetap hidup setelah kematian. Ya, kematian itu sesungguhnya hanya pintu gerbang menuju alam kehidupan yang...

Kita sering merasa tidak enak badan, juga kita sering tidak enak hati. Tidak enak badan dan tidak enak hati itu dipastikan karena kita, disadari atau tidak, telah memasukkan sesuatu yang tidak dikehendaki badan; kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki --tidak...

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Load More