“Puncak Dzikir itu cinta. Cinta kepada-Nya. Cinta terhadap siapa saja dan segala sesuatu yang dicintai-Nya. Kalau Dzikir masih ‘menyusuri’ (tujuh) lathifah itu tanda masih jauh (perjalanan). Cinta-Nya adalah yang utama dan di atas segalanya”

–Hadrotusyeikh Habiburrohman Abah Aos Ra Qs–

Salam, al-Khoolish

#BuahDzikirCintaKekasihNyaAlloh
#MencintaiAmalanDanKebiasaanKekasihAlloh
#MencintaiAbahAosSegalanyaSemuanyaSelamanya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.