DALIL AKURAT KENAPA SETELAH SHOLAT BERSALAMAN

FB_IMG_1565732055672_1.jpg

“Abah, kenapa kalau selepas sholat kita harus bersalam-salaman [mushofahah]. ‘Kan ada keterangan-nya, bageur, ‘seorang muslim itu yang menyelamat-kan kaum muslimin dengan lisan dan tangan-nya’ [al-muslimu man salimal muslimun min lisani wa yadihi].

Kita bersalaman di antaranya supaya kalau terselip sedikit sifat dengki, kesel, benci, iri, sombong di dalam hati, di antara sesama jadi hilang. Jangan biarkan perasaan-perasaan buruk itu mengkarat, bersalaman untuk membersihkannya dengan saling meminta maaf. Terkadang kita menyinggung atau tersinggung, menyindir atau tersindir yang membuat kita suka kotor hati, dibersihkan dengan salaman.

Meski suka panjang dan lama, apalagi sambil cipika-cipiki, santai saja, jangan tergesa-gesa, jangan ngasal saat menyodorkan tangan. Harus tertib. Karena yang bersalaman bukan sekedar tangan tapi hati kita juga. Agar yang tadinya benci jadi suka, sebel jadi seneng. Kita jadi bersih (hati) kembali sesama saudara.”

–Hadrotusyeikh Guru Penyelamat Abah Aos Ra Qs–

Salam, al-Khoolish

#SalamanJalanKeselamatan
#JanganAsalBerjabatTangan
#BerjabatTanganDanHatinya
#BercipikaCipikiJugaHatinya
#BersihHatiAntarSesamaDenganBersalaman

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.