DETOKSIFIKASI RACUN PERUSAK KESUCIAN JIWA

DARI mana datangnya virus yang meracuni Kesucian Jiwa? Sedikitnya ada dua sumber kedatangannya. Pertama, indera. Kedua, pergaulan.

Indera utamanya mata, telinga, dan lidah punya banyak pilihan dalam penginderaan. Namun bila pilihan penginderaannya untuk sesuatu yang terlarang dalam laku Kesufian maka seketika itu juga mengundang sekaligus mendatangkan virus racun perusak jiwa.

Apa yang diindera oleh penglihatan –bacaan dan tontonan– dan pendengaran –berita buruk dan kabar burung– akan mempengaruhi cara berpikir, merasa dan memberikan respon. Kalau tidak punya kekuatan jiwa maka pikirannya, perasaannya dan pilihan responnya dominan racun negatif bahkan destruktif.

Begitu pun halnya pergaulan: pertemanan, perkumpulan, teman duduk, atau teman nongkrong punya sistem bekerja yang sama dalam mempengaruhi pikiran, perasaan dan respon terhadap sesuatu. Jika pilihan pergaulannya negatif, sementara ia tidak memiliki sistem anti-virus kejiwaan, akan memberi warna dominan racun negatif bahkan destruktif.

Tumpukan pikiran, perasaan dan respon negatif ini lama-lama akan menjadi gunungan sampah pengotor jiwa sekaligus menjadi sarang virus penyakit yang meracuni pusat Kesucian Jiwa: hati. Kalau sudah terserang dan bersarang virus penuh racun maka medan energi dan vibrasi dirinya, jiwanya, negatif. Ciri seseorang didominasi energi dan vibrasi racun negatif ia berat melaksanakan amaliyah Ibadah serta susah melakukan kebaikan.

Virus dan cara bekerja virus merusak jiwa ini tidak terlihat. Sejak kita meyakini racun virus ada tapi tak terlihat maka cara mengatasinya harus kita yakini tidak harus slalu terlihat. Yang perlu kita yakini ada dan cara bekerjanya boleh jadi tidak terlihat tapi akan terasa. Apakah gerangan?

Jawabnya: ritual dzikir! Dzikir itu proses detoksifikasi diri dari segala jenis energi & vibrasi negatif akibat serangan virus penyakit perusak jiwa. Oleh Guru Sufi Agung Hadrotus Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul kegiatan dzikir ditegaskan sebagai vaksin anti-segala virus.

Semakin banyak dzikir seseorang maka semakin cepat dan sempurna proses detoksifikasinya. Ciri detoksifikasinya berhasil, ia ringan, tenang bahkan senang amaliyah Ibadah serta kebaikan-kebaikan.

Salam Kesucian Jiwa,
KH Budi Rahman Hakim al Khoolish, MSW., PhD [Ketua Penasehat Roudhoh MTQN Pusat]

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Ziyarah ke makam itu, utamanya makam para Aulia ALLOH, sejatinya bukan hanya untuk mengingat kematian [ذكرالموت] tapi juga untuk mengingat tentang kehidupan dan bagaimana agar tetap hidup setelah kematian. Ya, kematian itu sesungguhnya hanya pintu gerbang menuju alam kehidupan yang...

Kita sering merasa tidak enak badan, juga kita sering tidak enak hati. Tidak enak badan dan tidak enak hati itu dipastikan karena kita, disadari atau tidak, telah memasukkan sesuatu yang tidak dikehendaki badan; kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki --tidak...

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Load More