DIAM, TERPEJAM

Saat duduk, diam, memejamkan kedua kelopak mata, kita sejatinya sedang belajar melihat dunia dan seisinya dengan alat penglihatan yang berbeda, yakni, mata hati.

Saat kita sering mengaktivasi mata hati, maka kita akan memiliki penglihatan yang berbeda tentang dunia dan seisinya.

Dengan mata hati, kita akan dimampukan-NYA melihat yang tak terlihat orang lain; melihat dunia lain yang tak terlihat.

Lebih dalam lagi, dimampukan-NYA melihat jauh ke dalam diri dengan alat penglihatan serta hasil penglihatan yang berbeda dari biasanya.

Penglihatan yang berbeda yang akan membuat kita berbeda dalam menjalani kehidupan.

Lebih baik, lebih bijak, lebih bersyukur, lebih bahagia, dan lebih dermawan dalam menapaki sisa usia kehidupan di dunia yang fana ini.

Berbahagialah kepada siapa yang telah dipertemukan Guru yang mengajari kita duduk, diam, merem, tenggelam dalam tawajjuh. Hatur trilun Nuhun Pangersa, al Faatihah. Aamiin

Salam cinta,
AL KHOOLISH

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Tujuan langit menjalani laku kesufian itu, sebagaimana tegas dinyatakan Tuan Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad ialah BUDI UTAMA JASMANI SEMPURNA. Maksudnya? Mengamalkan dzikir itu harus sampai terbangunnya karakter pribadi: "Bageur laku lampahna, cageur tur jagjag belejag awakna," kata orang...

Dzikir dengan suara keras [بصوة قوي] dan dengan gerak pukulan yang terarah [بضرب شديد] itu bukan untuk-NYA tapi dari-NYA oleh-NYA untuk kita, manusia. Suara keras dan gerakan dzikir yang terarah itu vibrasi energi maha dahsyat yang frekuensinya meresonansi kuat untuk...

Load More