Mengaji kepada Guru Sufi itu yang dibimbing bukan hanya tata bahasa lisan-tulisannya [اعراب اللسان] tapi juga tata bahasa hatinya [اعراب القلب].

Tujuannya: agar pinter membacanya juga bener pengamalannya. Dapet ilmunya [علم] juga dapet cahaya-cahaya ilmunya [انوار العلم]. Tahu ilmunya dan diringankan mengamalkan ilmunya [ علم عملية – عمل علمية].

Inilah ilmu yang berkah: memberi manfaat dan membawa rejeki dalam kehidupan. Guru Sufi mengajari dari dan dengan hatinya. Karenanya tak heran bila apa yang diajarkannya menyentuh dan menggerakkan hati murid-murid untuk mengamalkan ilmu-ilmu darinya.

Menyentuh dan menggerakkan hati karena Guru Sufi punya kekuatan hati telah mengamalkan ilmu-ilmunya. Kekuatan hatinya ini berasal dari laku kesufiannya yang istiqomah mengisi hati. Ya, mengisi hati dengan nutrisi hati maha bergizi: dzikir hati [ذكر القلب اي ذكر الخفي].

Alhamdulillah, hatur terimakasih setinggi Suryalaya setinggi Sirnarasa seluas jagat raya kepada Tuan Syeikh Pangersa Abah telah menuntun kita ke dan tetap di jalan-NYA,
ربي زذني علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا، ابه اوس الفاتحة

Salam dari pembelajar,
KH Budi Rahman Hakim Al Khoolish, MSW., PhD.
[Ketua Penasehat Pusat Roudhoh TQN Suryalaya Sirnarasa]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.