IBADAH YANG PARIPURNA

Alloh SWT berfirman :

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِى السِّلْمِ كَآفَّةً

“Wahai orang-orang yang beriman ! Masuklah ke dalam dinul Islam secara keseluruhan…”
(QS. Al-Baqoroh / 2 : Ayat 208 )

وذلك لاءن الحقيقۃ بلا شريعۃ باطلۃ والشريعۃ بلا الحقيقۃ عاطلۃ وقال الاءمام مالك رضی الله عنه من تشرع ولم يتحقق فقد تفسق ومن تحقق ولم يتشرع فقد تزندق ومن جمع بينهما فقد تحقق .

Dan sesungguhnya mengamalkan ibadah hakikat tanpa mengamalkan ibadah Syariat adalah Bathil (sia-sia / tidak disebut ibadah) dan mengamalkan ibadah syariat, tanpa mengamalkan ibadah hakikat adalah hampa (kosong / tidak bernilai).

Berkata Imam Malik ra :

BARANGSIAPA YANG MENGAMALKAN ILMU SYARIAT ( FIQIH ) SAJA TANPA MENGAMALKAN ILMU HAKIKAT ( THORIQOH ) PASTILAH AKAN MENJADI ORANG FASIQ.

FASIQ >>> Keluar dari jalan yang benar karena tidak mau menerima satu ajaran agama Islam yang dilaksanakan oleh Rosululloh SAW yaitu ibadah rasa yang menjurus kepada Maqom Ihsan yang rukunnya hanya satu, yaitu :

ان تعبد ﷲ كاءنك تره .

BARANGSIAPA YANG MENGAMALKAN ILMU HAKIKAT ( THORIQOH ) SAJA TANPA MENGAMALKAN ILMU SYARIAT ( FIQIH ) PASTILAH AKAN MENJADI ORANG ZINDIQ.

ZINDIQ>>> pura-pura Iman, tapi hatinya menentang sehingga tidak mau melakukan semua kewajiban selaku orang yang beriman. Ibadahnya tidak mengikuti aturan syariat yang telah ditetapkan.

BARANGSIAPA MENGAMALKAN KEDUANYA ( ILMU THORIQOH DAN ILMU FIQIH ) PASTILAH MENEMUKAN HAL YANG BENAR.

BENAR>>> mau menerima dengan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan semua sunah Rosululloh SAW yang berupa qouliyah ( sabdanya ), fi’liyah ( perbuatannya ), qolbiyah ( pekerjaan hatinya ).

لأنَّ الطَّرِيقَ إلَى الحَقِّ تَعَالَى ظَاهِرٌ وَبَاطِنٌ ،
فَظَاهِرُهَا الشَّرِيعَةُ وَبَاطِنُهَا الحَقِيقَةُ
فَالشَّرِيعَةُ مُؤَيِّدَةٌ بِالحَقِيقَةِ وَالحَقِيقَةُ مُقَيَّدَةٌ بِالشَّرِيعَةِ ،
فَكُلُّ الشَّرِيعَةِ غَيْرُ مُؤَيَّدَةٌ بِالحَقِيقَةِ فَغَيْرُ مَقْبُولَةٍ وَكُلُّ حَقِيقَةٍ غَيْرُ مُقَيَّدَةٍ بِالشَّرِيعَةِ فَغَيْرُ مَقْبُولَةٍ أيْضًا .

Sesungguhnya jalan menuju Alloh SWT adalah Zhohir dan Bathin. Ibadah Zhohir disebut Syariat dan ibadah Bathin disebut Hakikat.

Ibadah Syariat harus dikuatkan (disempurnakan) dengan ibadah Hakikat, ibadah hakikat harus di ikat dengan ibadah syariat.

Setiap Ibadah Syareat yang tidak dikuatkan dengan ibadah Hakikat tidak akan diterima, ibadah hakikat yang tidak di-ikat dengan ibadah syariat juga tidak akan diterima.

Ibadah Syariat itu ibadah Badan.
Ibadah Hakikat itu ibadah Hati.

Dengan bimbingan dari Syeikh Mursyid melalui talqin dzikir, kedua ibadah ini ( ibadah badannya dan ibadah hatinya ) akan bisa bersinergi.

Semoga bermanfaat.
Salam Ikroman Wa Ta’zhiman Wa Mahabbatan,

LUQMAN KAMIL ASH SHIDDIQ
—————————————————
Syarahan dari tulisan KH Rd Budi Rahman Hakim Al Kholish Ph.D MSW .

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Load More