JANGAN SIBUK MENELITI KEBURUKAN ORANG LAIN

Alloh SWT berfirman :

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ  ۖ  وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُمْ بَعْضًا  ۚ  أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ  ۚ  وَاتَّقُوا اللَّهَ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

” Wahai orang – orang yang beriman,  Jauhilah banyak berprasangka ( buruk ), sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari – cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Alloh, sungguh Alloh Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”
( QS.  Al-Hujurot  / 49 : Ayat 12 )

TAJASSUS ( Mencari-cari Kesalahan Orang Lain )
Imam Abu Hatim bin Hibban al-Busthi rohimahulloh berkata :
“Tajassus ( mencari – cari kesalahan orang lain ) adalah cabang dari kemunafikan, sebagaimana sebaliknya prasangka yang baik merupakan cabang dari keimanan.

Orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri, dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa letih.

Orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih, dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya.

Dari Anas ra ia berkata , bahwa Rosululloh SAW telah bersabda :

طُوبَى لِمَنْ شَغُلَ عَيْبُهُ مِنْ عُيُوْبِ النّاسِ.

“Beruntunglah orang yang disibukkan dengan aibnya sendiri, sehingga ia tidak disibukan mengurusi aib orang lain.”
[ HR . al Bazzar ]

Pangersa Guru Agung memberikan Taujihatnya :

Jangan suka punya rasa diri paling baik di antara yang lain , tidak baik punya perasaan seperti itu. Kita harus rajin meneliti diri, sampai sejauh mana baik tidaknya diri kita. Sebaliknya, jangan suka sibuk meneliti orang lain. Ketika kita menunjuk  ( ke arah ) orang lain,  jari yang menunjuk-kan hanya satu, sementara, empat jari lainnya menunjuk ( ke arah ) diri kita sendiri. Harus jelas duduk masalahnya, sebelum ( menunjuk ) orang lain . Agama itu untuk diri sendiri, untuk memeriksa diri ( agar selalu menjadi lebih baik ) …”

Semoga bermanfaat.
Salam Ikroman Wa Ta’zhiman Wa Mahabbatan,

LUQMAN KAMIL ASH SHIDDIQ
————————————————–
Syarahan dari tulisan KH Rd Budi Rahman Hakim Al Kholish Ph.D MSW

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Ziyarah ke makam itu, utamanya makam para Aulia ALLOH, sejatinya bukan hanya untuk mengingat kematian [ذكرالموت] tapi juga untuk mengingat tentang kehidupan dan bagaimana agar tetap hidup setelah kematian. Ya, kematian itu sesungguhnya hanya pintu gerbang menuju alam kehidupan yang...

Kita sering merasa tidak enak badan, juga kita sering tidak enak hati. Tidak enak badan dan tidak enak hati itu dipastikan karena kita, disadari atau tidak, telah memasukkan sesuatu yang tidak dikehendaki badan; kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki --tidak...

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Load More