KENAPA JADI ORANG BAIK ITU SUSAH…

Jadi orang baik itu banyak tantangannya.
Melakukan kebaikan juga banyak penghalangannya. Slalu saja ada pemaling hati dari sesuatu yang baik, pemberat raga menunaikan kebaikan, dan pencegah diri melakukan yang terbaik.

Kebaikan itu liar, sabda Guru-guru Sufi. Susah ditaklukkan, tidak mudah dijinakkan kalau tidak tahu ilmunya. Kebaikan itu slalu menjauh, ada saja yang menjauhkannya.

Kebaikan itu kehendaknya bersarang di dalam hati. Hati itu desain awalnya slalu baik, yang membisik bahkan memerintahkan seluruh anggota badan untuk berbuat baik. Tapi banyak yang karena kegelapan dan kekerasan hatinya, berkehendak untuk berbuat baik saja, apalagi jadi orang baik, tidak bisa. Hatinya sudah tersaput jelaga, mengeras lebih keras dari batu. Inilah hati yang mati, menghitam dengan noda-noda penyakit.

Hati yang sudah membusuk ini perlu segera ditangani ‘dokter ahli’. Tapi masalahnya banyak yang tidak menyadari, tidak mengakui, dan enggan untuk pergi mengobati hatinya yang sudah rusak itu. Karena watak orang yang berpenyakit hati, memang sering tidak bisa merasakan dirinya sedang sakit, bermasalah. Hanya orang lain yang justru merasakan. Orang lain merasakan karena orang yang tak berfungsi hatinya terdeteksi dari ucapannya yang kotor, suka menghina, memfitnah. Tindakanya dzalim, menyakiti orang lain, dan sering tidak berperikemanusiaan.

Hati yang mengalami disfungsi ini sungguh bisa disembuhkan. Oleh Ahli-nya. Mereka adalah orang-orang yang hatinya super sehat, bercahaya, dan hidup, karena slalu bersama yang Maha Hidup. Hati-nya super baik karena hatinya dipenuhi, diluapi nama, sifat dan Dzat Yang Maha Baik.

Mereka sengaja diutus di setiap masa untuk menyembuhkan orang-orang yang mengalami “gagal hati”. Cari, temui, dan bersamakan diri dengan “dokter spesialis” hati ini. Jaga hati tetap sehat bersamanya. Bagi yang merasa sakit, mintalah penawar hati dari mereka.

Salam hangat,
Abah Jagat Al Khoolish

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Ziyarah ke makam itu, utamanya makam para Aulia ALLOH, sejatinya bukan hanya untuk mengingat kematian [ذكرالموت] tapi juga untuk mengingat tentang kehidupan dan bagaimana agar tetap hidup setelah kematian. Ya, kematian itu sesungguhnya hanya pintu gerbang menuju alam kehidupan yang...

Kita sering merasa tidak enak badan, juga kita sering tidak enak hati. Tidak enak badan dan tidak enak hati itu dipastikan karena kita, disadari atau tidak, telah memasukkan sesuatu yang tidak dikehendaki badan; kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki --tidak...

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Load More