KENAPA MESTI SETIA PADA SATU GURU… [2]

130967733_2693567690957465_3406196419260382294_o.jpg

Seorang salik setia hanya kepada satu Guru Sufi saja. Dan daya tahan kesetiaan seorang salik harus dan akan diuji.
Ruang ujian kesetiaan terbaik pria atau juga wanita ialah saat-saat ia, setiap hari, slalu bekerja di sekeliling banyak lawan jenisnya. Bila ia tak terpalingkan dari pasangan halal-nya, maka lulus ia. Sebaliknya, bila ia goyah, lalu terpikat dengan selainnya maka gagal ia.

Ujian kesetiaan terbaik seorang murid kepada Syeikh Mursyid-nya, ialah saat-saat ia sering bergaul, dan berada di antara kerumunan para Masyayikh thoriqoh lainnya.

Bila ia tak mudah terpana, apalagi terpalingkan hati dari Syeikhnya, maka lulus ia. Namun bila ia terpesona bahkan terjatuh mengagumi –bahkan berbai’at apalagi sampai mengamalkan Ajaran– selain Syeikhnya maka telah gagal ia.

Sebaik-baik daya tahan kesetiaan seorang murid, yakni, di tengah lautan Masyayikh yang datang dari segenap penjuru dunia, ia semakin melihat, merasakan keutamaan-keutamaan Syeikh dan Ajaran-Amalannya dari Masyayikh lainnya; bahkan, semakin tinggi kekaguman dan semakin dalam cinta ia kepada Syeikhnya. Tentu dengan tanpa merendahkan apalagi menyalahkan Ajaran orang lain.

Inilah kholwat murid yang sebenar-benarnya.Kholwat itu setia-nya hati hanya kepada-Nya, kepada kekasih-Nya yang ia pilih sebagi Syeikhnya, Guru dan pembimbing ruh-nya.

Tempat kholwat terbaik itu bukan di gunung, di lembah, atau di ruang-ruang gelap, melainkan, dalam pergaulan yang luas, di kerumunan, dan di tengah riuh kesibukan kota-kota.

Selamat berkholwat.

Salam setia,
KH Budi Rahman Hakim al Khoolish, MSW., PhD [Ketua Penasehat MTQN Pusat]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.