KENAPA MESTI SETIA PADA SATU GURU RUH… [1]

Dalam pencarian Ilmu dhohir (the outer knowledge, علم الشريعة), semakin banyak Guru, banyak tanya, banyak baca buku, semakin baik; semakin luas wawasan; semakin kaya khazanah ilmu pengetahuan.
Namun, dalam penggalian ilmu bathin (the inner knowledge, علم الحقيقة والمعرفة): semakin setia pada satu Guru, tidak bertanya, hanya ikut Guru, maka semakin baik dan utama. Semakin dalam pengalaman ruhaniyah, semakin kaya khazanah kekayaan ilmu hakekat-makrifatnya.

Kesetiaan murid kepada satu Guru Ruh dan seluruh Ajaran Amalannya itu kunci sukses dalam suluk thoriqoh. Kepada salik yang mendua, mentiga, atau bahkan lebih Guru Mursyid, dimetaforkan seperti seorang isteri yang bersuami lebih dari satu. Artinya, sungguh sejatinya terlarang.

Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul adalah teladan dalam kesetiaan pada satu Guru Ruh. Banyak yang terdengar, banyak yang terlihat di sepanjang perjalanan Hadrotus Syeikh Abah Aos saat bersuluk –ber-shohbah, ber-khidmah– kepada Tuan Syeikh-nya, Abah Anom. Namun, sebagaimana Tuan-tuan Syeikh yang sukses mencapai kedudukan Syeikh telah menjadi teladan di masa silam, dari sekian banyak suara-suara, sederet pemandangan di sekitar-nya, yang ia dengar hanya suara dan yang ia lihat hanya Guru Agung-nya yang hanya satu, Abah Anom. Belia khusu’ dan berTauhid dalam berguru.

Seorang murid Pecinta Kesucian Jiwa jangan mudah terpalingkan oleh suara, oleh pandangan selain Tuan Syeikhnya. Murni-kan dan suci-kan semua dari selain Tuan, sebab hanya itulah ia akan lulus mulus berkah salamet dalam suluk bersama Tuan menuju Tuhan ALLOH ‘azza wajalla.

Dengan kesetiaan hanya pada satu tuntunan maka kita akan terhindar dari kebingungan, kegalauan, dan keresahan dalam hidup. Mengapa demikian, karena setiap permasalahan apapun kita mencukupkan solusinya, sikap jiwa yang kita pilih dari apa yang telah dituntunkan Guru Agung Pangersa Abah. Itu saja.

Salam setia,
KH Budi Rahman Hakim al Khoolish [Pembantu Khusus ABAH AOS]

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Tujuan langit menjalani laku kesufian itu, sebagaimana tegas dinyatakan Tuan Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad ialah BUDI UTAMA JASMANI SEMPURNA. Maksudnya? Mengamalkan dzikir itu harus sampai terbangunnya karakter pribadi: "Bageur laku lampahna, cageur tur jagjag belejag awakna," kata orang...

Dzikir dengan suara keras [بصوة قوي] dan dengan gerak pukulan yang terarah [بضرب شديد] itu bukan untuk-NYA tapi dari-NYA oleh-NYA untuk kita, manusia. Suara keras dan gerakan dzikir yang terarah itu vibrasi energi maha dahsyat yang frekuensinya meresonansi kuat untuk...

Load More