KENAPA WAJIB MEMPERHATIKAN NAFAS YANG KELUAR – MASUK

Kematian terjadi saat nafas yang berhembus keluar tidak masuk lagi. Kehidupan masih terus berlanjut saat nafas kembali masuk terhirup lagi.

Demikianlah, kematian dan kehidupan sesungguhnya dipergilirkan setiap detik di setiap hembusan nafas keluar – masuk. Ketika nafas keluar itulah sejatinya kematian dan ketika nafas masuk (lagi) itulah sejatinya kehidupan.
Pertanyaannya, nafas itu apa atau siapa?

Banyak yang menganggap nafas itu apa, nafas bukan bagian dari kita, apalagi kita. Senyatanya, nafas itu adalah kita sendiri. Jadi, yang setiap detik keluar – masuk itu kita, yang keluar dan masuk ke dalam raga kita.
Tidak ada satu kekuatan pun yang memiliki kuasa mengatur lalu lintas keluar masuk kita kecuali DIA Yang Maha Kuasa dan para kekasihnya.Teknologi tercanggih sekalipun kelasnya hanya jadi ‘alat bantu pernafasan’ untuk lebih memudahkan kita masuk dan keluar.

Ketika nafas keluar dihentikan-NYA masuk maka semuanya berhenti. Saat terhenti, kemanakah nafas terakhir itu, kita, pergi? Jawabnya tergantung keadaan nafasnya saat ini.

Kalau dari sekarang setiap hembus nafas keluar-kedalamnya telah, sedang, dan akan slalu dibersamakan dengan Yang Maha Kuasa mengatur semuanya segalanya maka saat ia berhembus keluar untuk selamanya maka kita akan langsung dan slalu bersama-NYA abadi selamanya.

Sebaliknya, jika hingga nafas terakhirnya tak pernah mengenal apalagi dikenal-NYA, tidak pernah membersamakan apalagi dibersamakan dengan-NYA maka ia menguap entah kemana, melayang, gentayangan: sebagian tersandera, sebagian lagi tersiksa di alam penantian yang tiada diketahui ujungnya.

Mulai sekarang berilah perhatian lebih pada setiap hembusan nafas keluar dan masuk, syukuri setiap hirupannya dengan mengingat-NYA, dengan dzikir dari Guru Kekasih ALLOH tercinta, al Faatihah. Aamiin.

Salam satu nafas,
KH Budi Rahman Hakim, MSW., PhD.
[Doktor bidang Tashowuf dan Thoriqoh Tilburg University School of Humanities and Digital Sciences, Tilburg, The Netherland]

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Ziyarah ke makam itu, utamanya makam para Aulia ALLOH, sejatinya bukan hanya untuk mengingat kematian [ذكرالموت] tapi juga untuk mengingat tentang kehidupan dan bagaimana agar tetap hidup setelah kematian. Ya, kematian itu sesungguhnya hanya pintu gerbang menuju alam kehidupan yang...

Kita sering merasa tidak enak badan, juga kita sering tidak enak hati. Tidak enak badan dan tidak enak hati itu dipastikan karena kita, disadari atau tidak, telah memasukkan sesuatu yang tidak dikehendaki badan; kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki --tidak...

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Load More