Banyak dzikir itu agar hati menjadi pemimpin di dalam diri pendzikirnya. Demikian, ia slalu memakai hatinya di setiap laku ucap dan tindakannya; ruh sucinya menjadi penguasa atas jasadnya.

Jika ia pemimpin maka ia memimpin dengan hatinya. Jika ia seorang guru maka ia mengajar dan mendidik dengan hatinya.

Jika ia seorang dokter maka ia merawat pasien dengan hatinya. Jika ia seorang hakim maka ia memimpin persidangan dan memutus perkara hukum dengan hatinya.

Jika ia seorang suami maka ia memimpin keluarga dengan hatinya. Jika ia seorang isteri maka ia melayani suami dan mengurus anak-anaknya dengan hati.

Seorang yang hatinya jadi pemimpin maka melakukan apapun dengan senang hati dan sepenuh hati. Ia akan menjadi seorang adil.

Jika hati gagal menjadi pemimpin di dalam diri maka siapapun ia, ia hanya akan menjadi seorang yang tak punya hati, seringnya menyakiti; Apapun pekerjaan yang ditekuni ia lakukan hanya setengah hati.

Yuk perbanyak dzikir…

Salam sepenuh hati,
KH Budi Rahman Hakim, MSW., PhD.
[Kandidat Guru Besar bidang Tashowuf & Thoriqoh UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.