MA’RIFAT & CINTA KEPADA SYEIKH [2]

Ada banyak jalan untuk meraih kedudukan ma’rifat & cinta Syeikh Mursyid.

Setelah mengambil haq Talqin Dzikir atau berba’iat kepada Mursyidnya, seorang murid mesti menempuh perjalanan mem-fana-kan segala perbuatan ibadah kepada Syeikh [فناء فى افعال الشيخ]. Yaitu, kesanggupan ruhani untuk mengamalkan hanya Amaliyah Syeikh Mursyid dan membuang secara berkala amaliyah lain yang bukan dan yang tidak ada dari Guru Mursyid.

Paling minimal dalam tahap ini, murid memprioritaskan untuk hanya menyantap seluruh Amaliyah Gurunya dulu saja. Jika ada waktu tersisa, disilakan mengamalkan yang sudah jadi kebiasaannya. Namun bila ada ‘tabrakan’ waktu pelaksanaan, murid yang telah menjalani laku فناء فى افعال mesti mendahulukan Amaliyah Gurunya. Amaliyah lain derajatnya hanya tabarukan saja.

Laku kesufian tahap ini sekaligus merupakan manifestasi sikap ruhani yang wajib dijalani seorang murid kepada Syeikh Mursyidnya, yaitu Robithoh [رابطة]. Yaitu, ketika hati murid slalu mengikatkan hatinya kepada Mursyidnya. Secara sederhana, robithoh dimengerti ‘ingat Guru Mursyid’. Ingat Guru bukan hanya mengingat wajahnya tapi mengingat seluruh ajaran yang jadi amalannya.

Ciri seorang murid mengingat ajaran amalan Guru Mursyidnya ia mengamalkan amalannya, melakukan perintahnya, mengerjakan apa yang biasa dikerjakananya. Sebaliknya tidak mengamalkan apa yang tidak diamalkannya, tidak melakukan yang tidak diperintahkannya, dan tidak mengerjakan yang tidak dikerjakannya.

Nah, setelah cukup sempurna menjalani tahap ini maka ia akan lebih mudah atau akan mendapatkan buah dari Amaliyahnya ke dalam perangai keseharian. Atau, boleh dikatakan, kualitas murid dalam tahap ini akan amat menentukan kualitas murdi dalam menjalani laku tahap selanjutnya yakni, …. BERSAMBUNG

Salam cinta,
KH Budi Rahman Hakim, MSW., PhD.
[Ketua Penasehat Pusat Roudhoh TQN Suryalaya Sirnarasa]

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Load More