Ada banyak jalan untuk meraih kedudukan ma’rifat & cinta Syeikh Mursyid.

Setelah mengambil haq Talqin Dzikir atau berba’iat kepada Mursyidnya, seorang murid mesti menempuh perjalanan mem-fana-kan segala perbuatan ibadah kepada Syeikh [فناء فى افعال الشيخ]. Yaitu, kesanggupan ruhani untuk mengamalkan hanya Amaliyah Syeikh Mursyid dan membuang secara berkala amaliyah lain yang bukan dan yang tidak ada dari Guru Mursyid.

Paling minimal dalam tahap ini, murid memprioritaskan untuk hanya menyantap seluruh Amaliyah Gurunya dulu saja. Jika ada waktu tersisa, disilakan mengamalkan yang sudah jadi kebiasaannya. Namun bila ada ‘tabrakan’ waktu pelaksanaan, murid yang telah menjalani laku فناء فى افعال mesti mendahulukan Amaliyah Gurunya. Amaliyah lain derajatnya hanya tabarukan saja.

Laku kesufian tahap ini sekaligus merupakan manifestasi sikap ruhani yang wajib dijalani seorang murid kepada Syeikh Mursyidnya, yaitu Robithoh [رابطة]. Yaitu, ketika hati murid slalu mengikatkan hatinya kepada Mursyidnya. Secara sederhana, robithoh dimengerti ‘ingat Guru Mursyid’. Ingat Guru bukan hanya mengingat wajahnya tapi mengingat seluruh ajaran yang jadi amalannya.

Ciri seorang murid mengingat ajaran amalan Guru Mursyidnya ia mengamalkan amalannya, melakukan perintahnya, mengerjakan apa yang biasa dikerjakananya. Sebaliknya tidak mengamalkan apa yang tidak diamalkannya, tidak melakukan yang tidak diperintahkannya, dan tidak mengerjakan yang tidak dikerjakannya.

Nah, setelah cukup sempurna menjalani tahap ini maka ia akan lebih mudah atau akan mendapatkan buah dari Amaliyahnya ke dalam perangai keseharian. Atau, boleh dikatakan, kualitas murid dalam tahap ini akan amat menentukan kualitas murdi dalam menjalani laku tahap selanjutnya yakni, …. BERSAMBUNG

Salam cinta,
KH Budi Rahman Hakim, MSW., PhD.
[Ketua Penasehat Pusat Roudhoh TQN Suryalaya Sirnarasa]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.