MENGAPA WAJIB MENGIMANI HARI INI HARI AKHIR

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri –tapi kebanyakan tidak menyadarinya– ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak kembali lagi. Survey Reuters menunjukan, setiap 15 detik, ada 1 orang manusia meninggalkan dunia.

Jutaan manusia yang masa kontrak hidupnya di dunia telah habis itu tidak pernah menduga pagi tadi, hari ini, mesti pergi meninggalkan kontrakannya. Mereka, seperti kebanyakan kita, sering merasa yang akan pergi itu orang lain. Padahal masa penghabisan waktu kita di dunia terus mengintai, setiap hari.
Oleh karenanya penting, mulai hari ini, kita sama-sama melatih jiwa mengimani bahwa hari ini, bahkan setiap hari kehidupan kita, adalah hari terakhir kita. Bagi para Pecinta Kesucian Jiwa, sikap jiwa seperti ini, seperti ditegaskan Guru Sufi Agung Hadrotus Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs, merupakan manifestasi Iman kepada Hari Akhir.

“Iman kepada Hari Akhir itu mengimani bahwa hari ini, setiap hari kehidupan kita, adalah hari akhir! Mengapa? Karena kita pasti tidak tahu apakah besok masih hidup atau tidak. Karena kita bulat yakin tidak tahu besok masih hidup atau tidak maka hari ini adalah Hari Akhir.”

Pertanyaannya, apa yang pantas dilakukan bagi seorang yang tidak tahu besok masih hidup atau tidak, dan karenanya meyakini hari ini Hari Akhir?

Pertama, tentu, wajib bersyukur. Nyatakan rasa syukur dengan ucapan dan perbuatan. Tentu tidak mudah punya sikap jiwa seperti ini di setiap hari kehidupan –karena ada energi negatif yang terus meyakinkan bahwa kehidupan dunia itu hakiki dan abadi. Oleh karenanya, perlu latihan jiwa, setiap hari, bahwa hidup di dunia ini sementara dan setiap detik akan pergi ke alam berikutnya. Bagaimana caranya?

Cobalah, mulai hari ini, rutinkan tangan kita meraba degup jantung, denyut nadi kita, jika mendapati masih berdegup, berdenyut, ucapkan, haturkanlah dengan sepenuh hati, terimakasih kepada-NYA atas karunia nafas kehidupan. Lakukan, kalau bisa, setiap jam sekali, lalu, rasakan sensasinya.

Pecinta Kesucian Jiwa telah dilatih untuk menyatakan rasa syukur atas anugerah nafas kehidupan dengan dzikrulloh. Dzikir senafas-senafas ketika menunaikan dzikir jahar dengan tujuan setiap hembusan nafasnya slalu nafas dzikir, nafas syukur, yang mewujud dalam dzikir khofi.

Jika kesadaran ini telah menjiwa meragasukma, maka gaya hidup kita, pilihan-pilihan kegiatan hidup kita, pasti akan berubah: lebih menghargai setiap detik waktu, lebih memperhatikan aktivitas yang akan dilakukan untuk diri, terhadap keluarga, saudara, teman, orang lain di setiap hari kehidupan kita.

Dengan mengimani hari ini Hari Akhir, kita pasti hanya akan melakukan sesuatu yang hanya punya nilai tinggi ibadahnya, melakukan sesuatu yang bermanfaat kepada sesama. Pada saat yang sama, akan menjauhi ucapan-perbuatan maksiat, menghindari ucapan-tindakan yang hanya merugikan, menyakiti diri sendiri dan orang lain.

Salam Satu Jiwa,
KH Budi Rahman Hakim, MSW., PhD.
[Alumnus McGill University School of Social Work, Montreal, Kanada/Wakil Talqin TQN Ma’had Suryalaya]

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Tujuan langit menjalani laku kesufian itu, sebagaimana tegas dinyatakan Tuan Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad ialah BUDI UTAMA JASMANI SEMPURNA. Maksudnya? Mengamalkan dzikir itu harus sampai terbangunnya karakter pribadi: "Bageur laku lampahna, cageur tur jagjag belejag awakna," kata orang...

Dzikir dengan suara keras [بصوة قوي] dan dengan gerak pukulan yang terarah [بضرب شديد] itu bukan untuk-NYA tapi dari-NYA oleh-NYA untuk kita, manusia. Suara keras dan gerakan dzikir yang terarah itu vibrasi energi maha dahsyat yang frekuensinya meresonansi kuat untuk...

Load More