Seorang murid dalam menempuh perjalanan spiritual ( baca : berthoriqoh ) tidak boleh mempunyai Syeikh Mursyid lebih dari satu.

Seperti halnya seorang wanita tidak boleh memiliki dua orang suami.Murid-murid yang mendua-kan guru Mursyidnya tidak akan pernah berhasil meraih tingkatan QURBAH ( dekat dengan Alloh ), bahkan tingkatan MAIYYAH ( selalu bersama Alloh ).

Bahkan sebaliknya mengalami kebinasaan, sebagaimana tidak boleh di alam semesta ada dua Tuhan yang berkuasa, yang memerintah karena pasti akan binasa.

Firman Alloh SWT :

لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ 
“Jikalau pada keduanya ( di langit dan di bumi ) ada Tuhan -Tuhan selain Alloh , pastilah akan binasa …”
( QS . Al-Anbiya / 21: Ayat 22 )

Sekali lagi saya tegaskan , TIDAK AKAN SUKSES seorang murid dalam berthoriqohnya jika dibimbing DUA orang Guru Mursyid. Guru yang mengajarkan ilmu – ilmu Syariat silahkan cari sebanyak -banyaknya, tetapi guru yang mengurus dan membimbing ruh HARUS SATU SAJA.

Seorang murid harus meng-‘itikadkan dalam hatinya, bahwa hanya Syeikh Mursyidnya-lah yang Kamil Mukammil tempat berpegang , bersandar , berserah dan berpasrah yang mampu menyampaikan ( mewushulkan ) kepada Alloh . Jika ada terbersit dalam hati masih ada lagi guru lain yang seperti itu, maka dia telah selingkuh dan batal dalam berthoriqohnya.

Syeikh Abu Yazid al-Bustami qs berkata :
“Seorang murid yang mempunyai Syeikh Mursyid lebih dari satu , maka ia seorang yang telah menyekutukan Syeikh Mursyidnya dengan syetan”.

Dan ketahuilah , murid yang memiliki Guru Mursyid lebih dari satu akan muncul kebimbangan , kebingungan pilihan karena akan banyak perintah, yang pada akhirnya murid tersebut akan mengambil keputusan sendiri dalam mengamalkan Thoriqoh-nya, meracik – racik amalan sesuai kehendaknya sendiri, jika sudah demikian sebenarnya ia sudah terjerumus oleh tipuan dan bimbingan syetan.

Na’udzubillahi min dzalik.

Murid Ber-Tauhid Berguru Hanya Ke Satu Mursyid Saja.

Semoga bermanfaat.
Salam Ikroman wa Ta’zhiman wa Mahabbatan ,

LUQMAN KAMIL ASH SHIDDIQ
—————————————————
Syarahan dari tulisan KH Rd Budi Rahman Hakim Al Kholish Ph.D MSW .

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.