NGAJI IHSAN BAGIAN 2

Bagian2 dari 4

Puncak Ihsan itu perasaan cinta. Cinta seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta.

Perasaan (seolah) melihat, perasaan (slalu) dilihat, perasaan (slalu) dekat, perasaan (slalu) bersama Alloh, itu semua merupakan fase-fase perasaan. Fase-fase perjalanan cinta.

Perasaan cinta inilah yang akan membuat seorang hamba yang telah jadi kekasih-Nya ini bersedia berkorban apa saja, rela melakukan apapun, demi Dia yang tercinta.

Karena cinta yang menggebu kepada-Nya, ia terus menyempurnakan cintanya dengan melakukan apasaja yang diperintah dan apapun yang disenangi-Nya. Pada saat yang sama, ia akan membersihkan dirinya dari ucapan dan perbuatan yang dilarang dan tak senangi sang Kekasih pujaan.

Karena cinta ini pula, cara melihat dan sikapnya terhadap seluruh kegiatan ibadah berubah, yang semula menunaikannya hanya sekedar “gugur kewajiban” menjadi kebutuhan, yang semula dirasakan beban nan berat menjadi terasa ringan, tenang, dan senang.

Cintanya kepada Sang Khooliq akan menembuskannya ke fase perjalanan cinta kepada seluruh makhluq-Nya. Ia akan mencintai dan menyayangi apa saja dan siapa saja yang dicintai dan disayangi-Nya.

Kalau sudah demikian cintanya, ia telah benar-benar ‘lebur’ dengan-Nya. Sabda Kanjeng Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, ‘ketika seseorang jatuh cinta maka ia akan ‘bersama’ dengan yang dicinta.’

Untuk meraih kedudukan tertinggi Ihsan ini, ada caranya, ada petunjuknya. Setiap masa, Alloh mengutus utusan, utusan dari utusan-Nya, yang memberi manual-guide meraih cinta-Nya. Cari dan mintalah kepada kekasih-kekasih pilihan-Nya ini.

Haturnuhun Guru Sufi Agung. Laka bikaromatika al-Faatihah. Aamin.

Salam hangat,
AlKhoolish

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Tujuan langit menjalani laku kesufian itu, sebagaimana tegas dinyatakan Tuan Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad ialah BUDI UTAMA JASMANI SEMPURNA. Maksudnya? Mengamalkan dzikir itu harus sampai terbangunnya karakter pribadi: "Bageur laku lampahna, cageur tur jagjag belejag awakna," kata orang...

Dzikir dengan suara keras [بصوة قوي] dan dengan gerak pukulan yang terarah [بضرب شديد] itu bukan untuk-NYA tapi dari-NYA oleh-NYA untuk kita, manusia. Suara keras dan gerakan dzikir yang terarah itu vibrasi energi maha dahsyat yang frekuensinya meresonansi kuat untuk...

Load More