Bagian 4 dari 4 – Terakhir

Benih unggul pohon Ihsan itu tersertifikasi Ilahi. Alloh simpan benih itu di hati para kekasih-Nya yang selalu diutus-Nya di setiap masa. Benih unggul Ihsan itu kalimah Laa Ilaaha Illaloh yang berijazah yang sanad ijazahnya tersambung Hadrot Kanjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam.

Cara menanamkan benih unggul Ihsan ini, dalam dunia perkebunan kaum Sufi, disebut Talqin Dzikir. Ditanamnya benih Ihsan di taman hati, di perkebunan ruh. Proses penanamannya, selain ada doa’-nya juga ada tata caranya.

Setelah tertanam, benih unggul Ihsan ini harus dirawat dengan cara men-Dzikir-kannya secara dawam dan kontinyu. Sepanjang hayat dikandung badan, sampai mati sampai hidup lagi.

Sering-sering pula datang berkonsultasi dengan para Penanam benih unggul ini. Berkonsul tentang bagaimana tips menumbuh-suburkan pohon Ihsan agar berdaun, bercabang-ranting, dan berbuah ranum. Mereka pasti berbagi ilmu, pengalaman, dan memberi tuntunan praktis agar sukses bertanam Ihsan.

Ya, segala sesuatu juga ada pakarnya, ada praktisinya. Mintalah kesediaan para pakar-praktisi ini untuk menjadi mentor menuju kesuksesan. Dan mentor pakar-praktisi dalam urusan laku batin Ihsan tiada lain para Wali Alloh, para Khulafa al-Mursyid. Cari, temui, dan bersamakan diri dengan mereka untuk meraih puncak tertinggi Ihsan, mahabbatulloh.

Salam hangat,
Abah Jagat Al Khoolish

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.