NGAJI KETENTUAN & KETETAPAN-NYA Bagian 1

Bagian 1 dari 3

Manusia itu ciptaan Alloh. Hidup di bumi ciptaan Alloh. Karena manusia ciptaan-Nya, hidup di bumi ciptaan-Nya maka tak sepantasnya manusia hidup dengan semaunya, dengan aturan main sendiri, aturan waktu sendiri.

Alloh sudah buat aturan main dan aturan waktu siapapun manusia yang dihidupkan-Nya di bumi. Setiap sesuatu ada ketentuan-Nya dan ada ketetapan-Nya.

Alloh menciptakan sesuatu dengan ketentuan dan ketetapan batas waktu, lawan, dan pasangannya.

Oleh karenanya, manusia itu sesungguhnya hidup berpindah dari satu ketentuan ke ketentuan lainnya, dari satu ketetapan ke ketetapan lainnya. Manusia, pendeknya, tidak bisa lari dari ketentuan dan ketetapan Alloh. Karena, sekali lagi, kita hidup di bumi milik-Nya.

Beberapa ketentuan dan ketetapan-Nya yang ada batas waktunya, lawannya, pasangannya, misal, siang-malam, pagi-sore, muda-tua, hidup-mati; sehat-sakit, gembira-sedih, suka-dua, luas-lapang, untung-rugi, senang-susah, manis-pahit, mudah-susah, kaya-miskin; pria-wanita.

Semua manusia, tak kecuali, akan mengalami pergiliran ketentuan-ketentuan dan ketetapan-ketetapan-Nya seperti di atas setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun, setiap satu dekade. Durasi setiap manusia di ketentuan dan ketetapan tertentu berbeda-beda. Penentu dan penetap durasi waktu seseorang di suatu ketentuan dan ketetapan-Nya tak lain hanya Alloh sendiri. Hak prerogatif Alloh.

Dengan demikian, hidup adalah soal kesanggupan jiwa seorang manusia untuk berpindah dari satu ketentuan dan ketetapan ke satu ketentuan dan ketetapan lainnya.

Kesanggupan jiwa ini selain sebagai bentuk terimakasih tak terhingga kepada Sang Pencipta, juga merupakan refleksi ketahu-dirian sebagai makhluq ciptaan-Nya dan tinggal di bumi ciptaan-Nya dengan segala fasilitasnya.

Salam hangat,
Abah Jagat21

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Karunia terbesar yang mesti kita syukuri --tapi kebanyakan tidak menyadarinya-- ialah bahwa pagi tadi, hari ini, kita masih diberi-NYA jatah waktu untuk menghirup nafas kehidupan. Mengapa karunia terbesar, karena per-pagi tadi saja, jutaan manusia di seluruh dunia berpulang dan tidak...

Load More