NGAJI TENTANG ASAL USUL MANUSIA

Umum mengertinya “manusia dari tanah akan kembali ke tanah.” Tidak salah, benar. Ini tentang kisah jasad. Jasad mereka berasal dari (intisari) tanah, begitu ditinggal pergi rohnya, jasad itu dikebumikan. Jadi, jelas, jasad, seelok dan separas apapun, dibenamkan hingga membusuk, tersisa tulang ekor saja sebagai monumen. Hanya jasad-jasad para Nabi, Rosul, dan para kekasih-NYA-lah yang tetap utuh tak tersentuh.

Lalu, yang berasal dan akan kembali kepada Alloh yang mana?

Kalangan khusus mengerti manusia itu dari Cahaya-Nya akan kembali ke Cahaya-Nya. Ini tentang ruhnya berasal, ya, dari Cahaya Alloh. Sejatinya, semua Cahaya akan kembali ke Cahaya. Namun, ruh yang ber-Cahaya itu, ketika merasuk ke jasad, seperti masuk ke lorong kegelapan yang panjang penuh kesenangan.

Sedikit sekali yang mengetahui, yang mencari tahu, yang akhirnya menyadari, dari mana asal-usul dan ke mana mereka harus kembali. Ruh mereka terperangkap dalam lorong kehendak jasad, terhalang noda-noda hitam yang menyemut lalu menyaput Cahaya itu.

Ruh mereka tersandera jasad saat di dunia, setelah habis masa waktu di dunia, ruh mereka terkarantina panjang dan lama di suatu alam antara, Alam Barzakh, hingga Hari Penantian dan Hari Pertanggungjawaban tiba.

Berbahagialah, ruh yang menyadari dari mana dan akhirnya harus kemana. Ruh yang telah, sedang dan akan slalu meluruhkan noda-noda hitam yang menggelapkan bahkan mematikan pendar Cahaya-Nya. Ruh yang berjumpa dengan penghidup Cahaya-Nya, para Kekasih-Nya yang slalu diutus di setiap masa. Dihidupkan Cahaya itu dengan memantikkan kembali Inti Cahaya-Nya itu ke dalam ruh manusia.

Proses penghidupan Cahaya-Nya itu, namanya, Talqin Dzikir, oleh Ahli Talqin. Cari, temui. Nyalakan kembali Cahaya-Nya agar kembali ke Cahaya-Nya.

Salam hangat,
Abah Jagat Al Khoolish

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Ziyarah ke makam itu, utamanya makam para Aulia ALLOH, sejatinya bukan hanya untuk mengingat kematian [ذكرالموت] tapi juga untuk mengingat tentang kehidupan dan bagaimana agar tetap hidup setelah kematian. Ya, kematian itu sesungguhnya hanya pintu gerbang menuju alam kehidupan yang...

Kita sering merasa tidak enak badan, juga kita sering tidak enak hati. Tidak enak badan dan tidak enak hati itu dipastikan karena kita, disadari atau tidak, telah memasukkan sesuatu yang tidak dikehendaki badan; kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki --tidak...

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Load More