Umum mengertinya “manusia dari tanah akan kembali ke tanah.” Tidak salah, benar. Ini tentang kisah jasad. Jasad mereka berasal dari (intisari) tanah, begitu ditinggal pergi rohnya, jasad itu dikebumikan. Jadi, jelas, jasad, seelok dan separas apapun, dibenamkan hingga membusuk, tersisa tulang ekor saja sebagai monumen. Hanya jasad-jasad para Nabi, Rosul, dan para kekasih-NYA-lah yang tetap utuh tak tersentuh.

Lalu, yang berasal dan akan kembali kepada Alloh yang mana?

Kalangan khusus mengerti manusia itu dari Cahaya-Nya akan kembali ke Cahaya-Nya. Ini tentang ruhnya berasal, ya, dari Cahaya Alloh. Sejatinya, semua Cahaya akan kembali ke Cahaya. Namun, ruh yang ber-Cahaya itu, ketika merasuk ke jasad, seperti masuk ke lorong kegelapan yang panjang penuh kesenangan.

Sedikit sekali yang mengetahui, yang mencari tahu, yang akhirnya menyadari, dari mana asal-usul dan ke mana mereka harus kembali. Ruh mereka terperangkap dalam lorong kehendak jasad, terhalang noda-noda hitam yang menyemut lalu menyaput Cahaya itu.

Ruh mereka tersandera jasad saat di dunia, setelah habis masa waktu di dunia, ruh mereka terkarantina panjang dan lama di suatu alam antara, Alam Barzakh, hingga Hari Penantian dan Hari Pertanggungjawaban tiba.

Berbahagialah, ruh yang menyadari dari mana dan akhirnya harus kemana. Ruh yang telah, sedang dan akan slalu meluruhkan noda-noda hitam yang menggelapkan bahkan mematikan pendar Cahaya-Nya. Ruh yang berjumpa dengan penghidup Cahaya-Nya, para Kekasih-Nya yang slalu diutus di setiap masa. Dihidupkan Cahaya itu dengan memantikkan kembali Inti Cahaya-Nya itu ke dalam ruh manusia.

Proses penghidupan Cahaya-Nya itu, namanya, Talqin Dzikir, oleh Ahli Talqin. Cari, temui. Nyalakan kembali Cahaya-Nya agar kembali ke Cahaya-Nya.

Salam hangat,
Abah Jagat Al Khoolish

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.