NGAJI TENTANG HAKEKAT MAKNA KAYA RAYA

Kekayaan dan kepapaan itu, ternyata, soal perasaan. Di antara berjuta manusia, ada empat jenis manusia yang berbeda dalam memaknai kekayaan dan kemiskinan.

KE SATU, manusia kaya harta tapi miskin hati. Hartanya melimpah ruah tapi hatinya slalu merasa kekurangan. Karena perasaan tak berkecukupan itu tiada terbersit di hatinya keinginan untuk peduli dan berbagi terhadap sesama. Inilah potret manusia yang hidupnya tak terberkahi. Bahkan manusia tipe seperti ini cenderung akan menghalalkan segala cara demi memenuhi ambisinya terhadap menumpuk harta.

Dari Ibnu ‘Abbas ra, ia mendengar bahwa Rosululloh SAW bersabda :

لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga.Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Alloh tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.”
[ HR . BUKHORI ]

KE DUA, manusia miskin harta tapi kaya hati. Hartanya kasat mata serba kekurangan, namun, jiwanya merasakan keberlimpahan. Karena perasaan berkecukupan inilah yang selalu menyisakan ruang baginya untuk peduli dan berbagi kepada sesama.

Inilah semulia dan seistimewa manusia.
Rosululloh SAW menjelaskan :

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta , namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hating.”
[ HR. BUKHORI dan MUSLIM dari ABU HUROIROH ]

KE TIGA, manusia yang kaya harta dan kaya hati. Hartanya melimpah ruah, hatinya diliputi perasan berkah dan hidayah. Karena perasaan diberkahi inilah yang mendorongnya untuk slalu bersyukur dengan peduli dan berbagi kepada sesama yang tidak beruntung. Inilah seberuntung-beruntungnya manusia, manusia luar biasa.

Dari ‘Abdulloh bin ‘Amr bin ‘Ash berkata bahwa Rosululloh SAW bersabda :

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rizqi yang cukup dan Alloh menjadikannya qonaah ( selalu merasa puas dan bersyukur ) dengan apa yang diberikan kepadanya.
[ HR . MUSLIM ]

KE EMPAT, manusia yang miskin harta dan papa hatinya. Rezeqinya seret, hatinya juga meng-keret. Karena perasaannya slalu seret dan mengkeret maka tak tersisa baginya rasa syukur, dan perasaan mampu peduli dan berbagi kepada sesama. Inilah gambaran serugi-ruginya manusia.

Rosululloh SAW mengajari Abu Dzar tentang hakekat makna kaya raya.

يَا أَبَا ذَرّ أَتَرَى كَثْرَة الْمَال هُوَ الْغِنَى ؟ قُلْت : نَعَمْ . قَالَ : وَتَرَى قِلَّة الْمَال هُوَ الْفَقْر ؟ قُلْت : نَعَمْ يَا رَسُول اللَّه . قَالَ : إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْب ، وَالْفَقْر فَقْر الْقَلْب

“Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya ?
Aku (Abu Dzar) menjawab :
” Betul .
Baginda Nabi SAW bertanya lagi, “ Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti faqir ? ”
Aku menjawab, “ Betul ya Rosululloh .”
Lalu Baginda Nabi SAW bersabda :
“Sesungguhnya yang namanya kaya adalah kayanya hati ( hati yang selalu bersyukur ) sedangkan faqir adalah faqirnya hati ( hati yang tidak pernah merasa puas ).”
[ HR . IBNU HIBBAN ; shohih ]

Di jenis mana kita terkategori, kita yang tahu dan memilih. Yang pasti Guru Sufi Agung Hadrotu Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul telah meng-ijazah-kan amalan agar keadaan harta seperti apapun, keadaan perasaannya diliputi perasaan kecukupan dan keberlimpahan. Meyakini dengan penuh bahwa setiap ada kebutuhan, Alloh pasti cukupkan kebutuhan itu. Itulah makna kaya yang sesungguhnya.

# Kaya Itu Tidak Harus Selalu Berlimpah Harta
# Kaya Itu Bukan Serba Ada Serba Punya
# Kaya Itu Setiap Ada Kahayang Pasti Ada
# Kaya Itu Setiap Butuh Pasti Ada Tersedia .

SELAMAT BERJUANG UNTUK MENJADI ORANG YANG KAYA RAYA.

Semoga bermanfaat.
Salam Ikroman Wa Ta’zhiman Wa Mahabbatan ,

LUQMAN KAMIL ASH SHIDDIQ
—————————————————
Syarahan dari tulisan KH Rd Budi Rahman Hakim Al Kholish Ph.D MSW.

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Dalam setahun terakhir ini banyak sekali di antara kita yang masa kontrak hidupnya di dunia habis. Azroil menjadi malaikat 'tersibuk' menunaikan tugas khususnya bagi mereka yang tidak tahu dan enggan keluar dari kontrakannya. Sebagian besar harus dipaksa untuk keluar. Ketika...

Ziyarah ke makam itu, utamanya makam para Aulia ALLOH, sejatinya bukan hanya untuk mengingat kematian [ذكرالموت] tapi juga untuk mengingat tentang kehidupan dan bagaimana agar tetap hidup setelah kematian. Ya, kematian itu sesungguhnya hanya pintu gerbang menuju alam kehidupan yang...

Kita sering merasa tidak enak badan, juga kita sering tidak enak hati. Tidak enak badan dan tidak enak hati itu dipastikan karena kita, disadari atau tidak, telah memasukkan sesuatu yang tidak dikehendaki badan; kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki --tidak...

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Load More