TUJUAN LANGIT MENGAMALKAN DZIKIR

Tujuan langit menjalani laku kesufian itu, sebagaimana tegas dinyatakan Tuan Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad ialah BUDI UTAMA JASMANI SEMPURNA. Maksudnya?

Mengamalkan dzikir itu harus sampai terbangunnya karakter pribadi: “Bageur laku lampahna, cageur tur jagjag belejag awakna,” kata orang Sunda. “Waras bergas,” kata orang Jawa. Sehat ruhaninya, sehat jasmaninya. Indah perangainya, prima kondisi fisiknya. Kuat jiwanya tangguh raganya.

Laku kesufian paling pokok dari Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam dan para Kekasih ALLOH penerus dan pewarisnya ialah ذكر الله, ingat ALLOH, yang tata caranya telah diatur melalui prosesi akad ruhani تلقين الذكر.

Mengapa dzikir? Karena dengan mengucapkan kalimah dan mengingat-NYA terjadi internalisasi keadaan dan sifat-sifatnya di kehidupan pengamalnya. Dapat disimpulkan bahwa:

Hanya dengan mengingat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang maka hidupnya akan penuh kasih dan berlimpah kasih sayang hidupnya;
Hanya dengan mengingat Yang Maha Baik maka akan baik-baik dan penuh kebaikan hidupnya;
Hanya dengan mengingat Yang Maha Luhur maka akan luhur budi pekertinya;
Hanya dengan mengingat Yang Maha Indah akan memperindah hidupnya;
Hanya dengan mengingat Yang Maha Cantik akan mempercantik parasnya.
Hanya dengan mengingat Yang Maha Kaya maka akan berlimpah kekayaan dalam hidupnya.
Hanya dengan mengingat Yang Maha Pemberi Rizki maka hidupnya berkah dengan rizki yang meruah.

Demikian, seperti hukum tarik menarik [law of attraction], kita akan menarik apa yang kita sering ucap dan ingat. Ucapan dan ingatan itu vibrasi energi yang kita kirim kepada-NYA dan akan meresonansi kembali kepada kita sebagai pengirimnya.

Salam langitan,
KH Budi Rahman Hakim, MSW., PhD.
[Ketua Penasehat Roudhoh TQN Suryalaya Sirnarasa Pusat]

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Ziyarah ke makam itu, utamanya makam para Aulia ALLOH, sejatinya bukan hanya untuk mengingat kematian [ذكرالموت] tapi juga untuk mengingat tentang kehidupan dan bagaimana agar tetap hidup setelah kematian. Ya, kematian itu sesungguhnya hanya pintu gerbang menuju alam kehidupan yang...

Kita sering merasa tidak enak badan, juga kita sering tidak enak hati. Tidak enak badan dan tidak enak hati itu dipastikan karena kita, disadari atau tidak, telah memasukkan sesuatu yang tidak dikehendaki badan; kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki --tidak...

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Load More