Etika Ziarah ke Guru Mursyid.

Panji Makalalag
Panji Makalalag
4 Min Read

Oleh: K.H. Muhammad Aang Rahmat Setiarasa
(Wakil Talqin Syaikh Mursyid dari Bandung)

1. Mengucapkan salam
Sabda Abah Aos Ra, Qs. : “Abah mah setiap mau datang ke Abah Anom, Pertama keluar rumah kaki kiri lalu baca salam dari rumah. ‘assalamu’alaikum Abah… Alfaatihah …’ Kalau sudah sampai ke rumah / madrasah Abah Anom, tidak baca salam lagi.” Abah Anom sudah tahu salam muridnya dari jauh.

2. Jangan menitip salam
Jangan nitip salam ke orang lain untuk Abah. Seperti nitip salam untuk pacar, itu tidak sopan. Di manapun kapanpun baca salam untuk mursyid, mursyid tahu.

3. Langsung menemui Syaikh Mursyid
Jika sampai di Sirnarasa jangan belok ke tempat lain, langsung temui Abah & sebaiknya punya wudhu. Bersucilah untuk bertemu dengan orang suci.

4. Membungkuk
Bungkukkan badan ketika masuk rumah Abah, bahkan kalau memungkinkan seharusnya “ngesot” untuk sungkem ke Abah. Jangan berdiri tegak di depan Abah.. itu tidak sopan !! Kecuali disuruh berdiri oleh Abah. Dan sekarang Abah selalu memerintahkan berdiri ketika kita salaman ke Abah, tidak boleh ngesot untuk menghindari fitnah.

5. Mencium tangan
Cium tangan Abah.. Kalau situasi memungkinkan sungkemlah seperti Sabda Abah Aos Qs: “Dulu… Kalau Abah sungkem ke Abah Anom, cium telapak tangannya, cium kedua lututnya, kemudian cium kedua kakinya.” Abah Anom tidak pernah melarangnya / menarik kakinya. Kalo tidak memungkinkan sungkem seperti itu, cium telapak tangan saja.

6. Menjaga lisan
Kemudian duduk jangan terlalu dekat dengan Abah, kecuali kalau disuruh sama Abah. Nunduk..Diam !! dengarkan Sabda Abah !! jangan bicara apa-apa , kecuali kalau ditanya sama Abah.

7. Bicara seperlunya
Jika ada yg penting harus disampaikan ke Abah, bicaralah sesuai keperluan dan dengan sangat sopan, dan tunggu jawaban dari Syaikh Mursyid dengan sabar & sopan. Walaupun Raja, wajib tunduk di depan Waliyyulloh. Apalagi Abah Aos adalah sulthon Auliya.

8. Merendahkan Suara
Jangan ngobrol dengan orang lain di hadapan Abah. Apalagi dengan suara keras , itu termasuk suul adab.

9. Memakan jamuan pangersa Abah
Kalau disuruh makan sama Abah, langsung makan jangan nolak, jangan basa-basi, walaupun sedang puasa. Kalau tidak disuruh… jangan berani ambil makanan atau minuman di depan Abah.

10. Barokah Madrosah Tuan Syaikh
Boleh bawa air untuk dido’akan berkah oleh Abah, tidak bawapun tidak apa-apa. Semua air & makanan di tempat Abah itu obat.. sudah penuh dengan berkah dzikir, tidak perlu di sodorkan lagi ke Abah untuk dido’akan.

Sabda Abah Aos : “Abah tidak pernah menyodorkan air / makanan yang ada di madrasah, untuk didoakan oleh Abah Anom. Kalau seperti itu…. berarti tidak yaqin ke Abah.”

12. Bersedekah
Kalau punya harta, diusahakan memberi hadiah untuk Abah. Kalau mau ngitung, pahala infaq kepada orang soleh adalah 700.000 x lipat dan itu pasti diterima oleh الله swt. Kalau tidak punya jangan memaksakan. “Abah tidak pernah berharap apalagi minta diberi oleh murid.”

13. Mursyid adalah tempat pulang
Kalau mau pamit jangan bicara “Abah saya mau pulang”…..Mursyid adalah tempat pulang setiap murid.

Tulisan tahun 2016

Share this Article
Leave a comment