Guruku Ahlussunnah Waljamaah

Panji Makalalag
Panji Makalalag
9 Min Read

Oleh: K.H. Mahmud Jonsen Al Maghribi, M.Si.
(Wakil Talqin Pangersa ABAH AOS dari Tanggerang)

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

الله Azza Wa Jalla berfirman:

وَمِمَّنْ خَلَقْنَآ اُمَّةٌ يَّهْدُوْنَ بِالْحَقِّ وَبِهٖ يَعْدِلُوْنَࣖ

Artinya :“Ada diantara umatku yang kami jadikan itu mendapat petunjuk sepanjang yang hak dan oleh karena itu mereka berbuat adil”. (QS. Al-A’raf : 181).

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dukacita kerena umatku yang pada akhir zaman akan terpecah-pecah menjadi 73 golongan”.

Dari Abdulla bin Zaid, dari Abdullah bin Umar diterangkan bahwa Rosullulloh Saw., bersabda : “Bani Isra’il akan pecah dalam 71 golongan, Nasrani akan pecah dalam 72 golongan, dan umatku akan pecah dalam 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Orang bertanya : Manakah yang satu golongan itu? Rosullulloh Saw. berkata : “Ialah yang seperjalanan dengan daku dan sahabatku”. (HR. Abu Daud, at-Tarmizi, al-Hakim, dan Ahmad)-Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, Qs.dalam kitabnya Miftahussudur).

73 Golongan Umat Muhammad SAW.
Tersebut dalam Kitab Bugyatul Mustarsyidin, karangan Mufti Syaikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar, yang masyhur dengan gelar Ba’Alawi, pada halaman 398, cetakan Mathba’ah Amin Abdul Majid Cairo (138 H), bahwa 72 firqoh yang sesat itu berpokok pada 7 firqoh, yaitu :

  1. Kaum Syi’ah, yaitu kaum yang berlebih-lebihan memuja Sayyidina ‘Ali Karamallohu Wajhah. Mereka tidak mengakui Khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar, Ustman, Rodiyallohu’anhum. Kaum Syi’ah berpecah menjadi 22 aliran.
  2. Kaum Khawarij, yaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci Sayyidina ‘Ali Karamallohu Wajhah. bahkan ada diantaranya yang mengkafirkan Sayyidina ‘Ali. Firqoh ini berfatwa bahwa orang-orang yang berbuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij berpecah menjadi 20 aliran.
  3. Kaum Mu’tazilah, yaitu kaum yang berpaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata di syurga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan diantara dua tempat, dan mi’raj Nabi Muhammad hanya dengan ruh saja, dan lai-lain. Kaum Mu’tazilah berpecah menjadi 20 aliran.
  4. Kaum Murji’ah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat ma’syiat (kedrhakaan) tidak memberi mudhorat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebaikan tidak memberi manfa’at kalau kafir. Kaum Murji’ah berpecah menjadi 5 aliran.
  5. Kaum Najariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yakni dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah pecah menjadi 3 aliran.
  6. Kaum Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa manusia “Majbur” artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum Jabariyah ini hanya 1 aliran saja.
  7. Kaum Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk di kursi, naik tangga, turun tangga, dan lain-lainnya. Kaum Musyabbihah ini hanya 1 aliran saja.

Jadi, jumlah keseluruhan aliran sesat dalam Islam sebanyak 72 aliran.

Satu aliran yang selamat, yaitu Ahlussunnah Waljamaah. Jadi total jumlah firqoh menjadi 73 aliran.

Ahlussunnah Waljamaah

Ahlussunnah Waljamaah adalah satu golongan yang dimaksud oleh Rosullullah Saw. : “Ialah orang yang seperjalanan dengan daku dan sahabatku.” Yang dimaksudkan seperjalanan dengan Rosullulloh Saw. ialah; “Ahlussunnah”,” sedangkan yang dimaksudkan dengan seperjalanan dengan sahabat ialah; “Waljamaah”. Jadi orang yang seperjalanan dengan (meliputi ucapan dan perilaku) Rosullulloh Saw., dan seperjalanan meliputi sesuatu yang telah disepakati oleh para sahabat Rosullulloh Saw. (Khulafa’ Al-Rasyidin) disebut dengan Ahlussunnah Waljamaah. (Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah li Thalibi Thariq Al-Haqq, Juz 1, Hal 80).

I’tiqod Ahlussunah Waljamaah
I’tiqod (paham) Kaum Ahlussunnah Waljamaah yang telah disusun oleh Imam Abu Hasan Al Asy’ari, terbagi beberapa bagian, yaitu :

  1. Tentang Ketuhanan, yaitu wajib mempercayai 20 sifat wajib (mesti ada pada الله), 20 sifat mustahil (tidak mungkin ada pada الله), dan 1 sifat harus (boleh ada-boleh tidak) pada الله.
  2. Tentang Malaikat-malaikat, yaitu wajib meyakini bahwa malaikat jumlahnya banyak tidak terhitung, dan wajib mengetahui 10 malaikat utama; jibril, mikail. isrofil, izro’il, munkar dan nakir, rokib dan ‘atid, malik, dan ridwan.
  3. Tentang Kitab-kitab Suci, yaitu percaya kepada kitab suci Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As., Zabur yang diturunkan kepada Nabu Daud As, Injil yang diturunkan kepada Nabi ‘Isya As., dan Al Qu’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
  4. Tentang Rasul-rasul, wajib mempercayai kepada 124.000 Nabi dan 315 Rosul. Permulaannya adalah Nabi Adam As. dan penutupnya adalah Nabi Muhammad Saw. Wajib mengetahui 25 orang Nabi dan Rosul.
  5. Tentang Hari Akhirat, yaitu percaya pada Hari Kiamat, Kematian (Ajal) yang sudah ditetapkan, Alam Kubur (Siksa Kubur), berkumoul di padang masyhar, timbangan amal baik dan amal buruk (hisab), melewati jembatan “Siratholmustaqim” di atas neraka, orang Sholeh masuk ke Syurga, orang durhaka tergelincir masuk neraka, orang kafir kekal di neraka, orang Islam akan masuk Syurga setelah disiksa di neraka, orang Sholeh akan ditambah nikmat karunia milihat Tuhan di Syurga, yang di dalam Syurga kekal selama-lamanya dan yang di dalam neraka kekal selama-lamanya.
  6. Tentang Qodho dan Qodar, yaitu percaya bahwa segala sesuatu (baik dan buruk) telah ditetapkan oleh الله Swt tidak seorangpun yang sanggup merubahnya.

Demikianlah ketrangan singkat tentang I’toqod Ahlussunnah Waljamaah. (Buku I’tiqad Ahlussunnah Waljamaah, karangan KH. Sirajuddin Abbas)

Berdasarkan keterangan tersebut di atas bahwa umat Rosululloh Saw. yang beri’tiqod ahlussunnah waljamaahlah satu-satunya umat Rosullulloh Saw. yang selamat, sedangkan yang lainnya tidak akan selamat sehingga akan masuk neraka. Hadist ini banyak disalah artikan oleh sebagian kelompok golongan, yaitu dengan mengklaim bahwa kelompok golongannyalah yang pantas disebut Ahlussunnah Waljamaah sehingga mereka menyerang dan menghakimi kelompok golongan lain yang tidak sepaham dengan mereka adalah sesat.

Ibadah Ahlussunnah Waljamaah
Ahlussunnah waljamaah, ibadah mereka meliputi minimal enam ibadah lahir dan enam ibadah batin, yaitu sebagai berikut :

Enam Ibadah Lahir :

  1. Mengucapkan dua kalimah syahadat.
  2. Mendirikan sholat yang lima waktu.
  3. Membayarkan zakat yang diwajibkan.
  4. Berpuasa di bulan Romadhan.
  5. Melaksanakan ibadah Haji.
  6. Melaksanakan Jihad fii sabilillah.

Enam Ibadah Batin :

  1. Taubat.
  2. Qonaah.
  3. Zuhud.
  4. Tawakkal.
  5. Muhafazhoh Alassunnah.
  6. Ta’allamu Ilmi.

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa sesungguhnya aktivitas menuntut ilmu adalah aktivitas hati, sholat yang samar dan ibadah batin kepada الله Subhanahu Wata’ala. Sebagaimana sholat tidak  sah tanpa kebersihan jasad dari hadats dan najis, begitu pula mencari ilmu tidak sah tanpa kebersihan batin dari kotoran akhlaq dan najisnya sifat. Sekiranya, hati tercemari dengan unsur-unsur negatif yang dapat merusak kemurnian hati, hal ini bisa menyebabkan sukar menerima ilmu. Karena pada dasarnya ilmu bersifat suci. (Imam al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, hal. 26).

Nah, kalau umat Rosullulloh Saw. beri’tiqod ahlussunnah waljamaah kemudian telah melaksanakan enam ibadah lahir dan enam ibadah batin sebagaimana tersebut di atas, maka pantaslah ia mengaku dirinyalah ahlussunnah waljamaah. Merekalah yang selamat dan terhindarkan dari siksa neraka. Sedangkan yang umat golongan lainnya mereka akan masuk neraka terlebih dahulu disiksa sesuai dengan amal perbuatannya, baru kemudian mereka masuk ke dalam syurganya الله Swt.

Hal ini berdasarkan hadist Rosullulloh Saw. :

“Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan?” Beliau menjawab, Barangsiapa yang taat kepadaku dia masuk surga dan barang siapa yang melanggar perintahku dia tidak mau.” (HR. Bukhari).

Kesimpulan penulis, bahwa kalau kita belum melaksanakan ibadah sebagaimana disebut di atas,  maka sesungguhnya kita belumlah pantas menunjuk dirinya Ahlussunnah Waljamaah. Pengersa Guru Agungku lah yang Ahlussunnah Waljamaah, sedangkan kita hanya sekedar mengaku-ngaku saja. Namun kalau kita niatkan Ikut saja ke pengersa Guru yakni dengan mengerjakan yang diperintahkan Guru, maka hakikatnya mudah-mudahan kita digolongkan menjadi golongannya yaitu Golongan Ahlussunnah Waljamaah yang kelak akan selamat masuk syurganya الله Swt. bersama rombongan orang-orang yang dicintainya. Allohumma Aamiin.

Selasa, 03 Juni 2014 | 03.08

Share this Article
Leave a comment