MURID BER-TAUHID BERGURU HANYA KE SATU MURSYID SAJA

Panji Makalalag
Panji Makalalag
2 Min Read

Oleh: K.H. Luqman Kamil Ashiddiq, S.Pd.I.
(Wakil Talqin Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul)

Seorang murid dalam menempuh perjalanan spiritual (baca : berthoriqoh) tidak boleh mempunyai Syeikh Mursyid lebih dari satu. Seperti halnya seorang wanita tidak boleh memiliki dua orang suami.Murid-murid yang mendua-kan guru Mursyidnya tidak akan pernah berhasil meraih tingkatan QURBAH (dekat dengan الله), bahkan tingkatan MAIYYAH (selalu bersama الله).

Bahkan sebaliknya mengalami kebinasaan, sebagaimana tidak boleh di alam semesta ada dua Tuhan yang berkuasa, yang memerintah karena pasti akan binasa.

Firman الله SWT :

لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ

“Jikalau pada keduanya (di langit dan di bumi) ada Tuhan -Tuhan selain الله, pastilah akan binasa…” (QS. Al-Anbiya/21: Ayat 22)

Sekali lagi saya tegaskan, TIDAK AKAN SUKSES seorang murid dalam berthoriqohnya jika dibimbing DUA orang Guru Mursyid. Guru yang mengajarkan ilmu – ilmu Syariat silahkan cari sebanyak -banyaknya, tetapi guru yang mengurus dan membimbing ruh HARUS SATU SAJA.

Seorang murid harus meng-‘itikadkan dalam hatinya, bahwa hanya Syeikh Mursyidnya-lah yang Kamil Mukammil tempat berpegang, bersandar, berserah dan berpasrah yang mampu menyampaikan (mewushulkan) kepada الله . Jika ada terbersit dalam hati masih ada lagi guru lain yang seperti itu, maka dia telah selingkuh dan batal dalam berthoriqohnya.

Syeikh Abu Yazid al-Bustami qs berkata :
“Seorang murid yang mempunyai Syeikh Mursyid lebih dari satu , maka ia seorang yang telah menyekutukan Syeikh Mursyidnya dengan syetan”.

Dan ketahuilah, murid yang memiliki Guru Mursyid lebih dari satu akan muncul kebimbangan, kebingungan pilihan karena akan banyak perintah, yang pada akhirnya murid tersebut akan mengambil keputusan sendiri dalam mengamalkan Thoriqoh-nya, meracik-racik amalan sesuai kehendaknya sendiri, jika sudah demikian sebenarnya ia sudah terjerumus oleh tipuan dan bimbingan syetan.

Na’udzubillahi min dzalik.

Murid Ber-Tauhid Berguru Hanya Ke Satu Mursyid Saja.

Semoga bermanfaat.
Salam Ikroman wa Ta’zhiman wa Mahabbatan ,

Syarahan dari tulisan K.H. Budi Rahman Hakim Amiin, MSW ., Ph.D. (Abah Jagat Al Khoolish)

Share This Article
Leave a comment