Menyambut Penjelasan Yang Sangat Akurat dari Sabda Hadlrotus Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra. Qs. Tentang “DAJJAL dan IMAM MAHDI”

Panji Makalalag
Panji Makalalag
19 Min Read

Oleh: K.H. Mahmud Jonsen Al Maghribi, M.Si
(Wakil Talqin Pangersa ABAH AOS dari Tanggerang)

Para Ikhwan wal akhwat,
Pasca manaqib di Masjid Agung Cimahi kemaren, publik, khususnya dunia medsos ramai membahas pernyataan pangersa Abah yang menyebut Anis Rasyid Baswedan, Calon Presiden RI sebagai Al Imam Al Mahdi.
Pernyataan pangersa Abah ini sontak viral di medsos. Beragam komentar, ada yang menyambut baik, ada yang meragukan, bahkan tidak sedikit yang menghujat pangersa Abah.

Nah, pada kesempatan ini, saya akan menjelaskan sedikit sesuatu yang sebetulnya sudah jelas, yakni tentang munculnya Dajjal dan Imam Mahdi, dan tentu dalam perspektif ajaran Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma’had Suryalaya.

Sehingga dengan adanya sedikit penjelasan ini, kita khususnya ikhwan dan umumnya umat Islam dan umat-umat lainnya semakin paham terhadap pernyataan pangersa Abah Aos Qs. tersebut yang sesungguhnya sudah jelas.

Yang pertama tentang Dajjal.

Dajjal adalah makhluk yang akan keluar pada akhir zaman.

Nabi SAW bersabda :
“Sesungguhnya kiamat belum akan terjadi sampai kalian melihat sepuluh tanda: kemunculan kabut, keluarnya Dajjal, keluarnya binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam as, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, amblasnya bumi di tiga tempat, yaitu di timur, di barat, dan di Jazirah Arab. Lalu, yang terakhir api yang keluar dari Yaman yang akan menggiring manusia ke Padang Mahsyar.” (HR Muslim).

Dari Abu Huroiroh r.a. dia berkata, Rosululloh SAW bersabda:

أَلاَ اُحَدِّثُكُمْ حَدِيْثًا عَنِ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ؟ أِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّهُ يَجِيْءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجّنَّةِ وَالنَّارِ، فَالَّتِيْ يَقُوْلُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ، وَإِنِّيْ أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوْحٌ قَوْمَهُ

“Maukah aku ceritakan kepada kalian sebuah hadits tentang Dajjal yang telah diceritakan oleh Nabi (sebelumku) kepada kaumnya? Sesungguhnya dia buta sebelah, dan sesungguhnya dia akan datang dan bersamanya permisalan surga dan neraka. Yang dia katakan sebagai surga, pada hakikatnya adalah neraka. Dan sesungguhnya aku memperingatkan kalian sebagaimana nabi Nuh as. memperingatkan kaumnya dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Firman الله Subhanahu Wa Ta’alaa :

وَمِنَ النَّا سِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖ ۙ وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَا مِ

“Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Alloh mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 204).

Demikian sulitnya kita mengenali Dajjal, terutama bagi orang yang awwam, Dajjal nyaris tak dikenali kecuali oleh orang-orang yang beriman, dan yang sudah bersih hatinya selain daripada الله‎, sehingga dengan itu ia mampu membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Perkara yang samar bahkan gelap bagi kebanyakan orang, sangat jelas bagi orang yang sudah suci hatinya, semuanya tentu atas petunjuk dari الله‎ Subhanahu wa ta’alaa kepadanya.

Firman الله‎ Subhanahu Wa Ta’ala :

فَلَمَّاۤ اَنْ جَآءَ الْبَشِيْرُ اَلْقٰٮهُ عَلٰى وَجْهِهٖ فَا رْتَدَّ بَصِيْرًا ۗ قَا لَ اَلَمْ اَقُلْ لَّـكُمْ ۙ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Ya’qub), lalu dia dapat melihat kembali. Dia (Ya’qub) berkata, “Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari الله apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Yusuf 12: Ayat 96).

Yaa ikhwan wal akhwat,
Saking dahsyatnya fitnah Dajjal, sampai-sampai Nabi Muhammad SAW berpesan dalam sabdanya, “Sesungguhnya bersama dia ada surga dan neraka, sungai dan air, serta gunung roti. Ketahuilah bahwa surganya Dajjal adalah neraka dan nerakanya Dajjal adalah surga.” [HR. Ahmad].

Maksudnya, untuk perkara yang sesungguhnya benar, akan terlihat salah bagi kebanyakan orang, dan sebaliknya untuk perkara yang salah, akan terlihat benar bagi kebanyakan orang. Semua itu adalah akibat dahsyatnya fitnah Dajjal. Kalau Dajjal menawarkan surga dan neraka, maka pilihlah neraka, sebab neraka menurut Dajjal itu, sesungguhnya itulah Surga.

Lalu siapakah Dajjal itu?

Rosululloh SAW bersabda : “Dajjal itu bermata satu, buta di mata kirinya, dan akan memiliki rambut tebal. Dia akan membawa berupa surga dan neraka bersamanya, maka yang dikatakan surga itu sebenarnya adalah neraka’”. [HR. Bukhori dan Muslim].

Jadi ciri Dajjal itu ada tiga, yakni; bermata satu (buta sebelah), pendusta atau memfitnah, dan menawarkan surga padahal neraka.

Kemudian para sahabat bertanya, “Ya Rosululloh berapa lama dia di bumi?” Rosululloh menjawab, “Selama empat puluh hari, hari seperti setahun, hari seperti sebulan, dan sehari seperti seminggu, dan seluruh hari-harinya seperti hari-hari kalian.” Mereka berkata, “Pada hari itu apakah memadai bagi kami shalat seperti sekarang?” Kata Nabi, “Tidak, maka hendaknya shalat sebagaimana kadar seperti biasanya.” (HR. Muslim).

Hadits ini artinya, bahwa perkara Dajjal itu adalah perkara yang jelas dalam sifatnya, namun samar akan keberadaannya. Oleh karena itu, sebagian ‘Ulama ada yang menafsirkan bahwa Dajjal itu ialah sebuah Konspirasi.

Firman الله Subhanahu Wa Ta’ala :

وَ اِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ اَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآ بَّةً مِّنَ الْاَ رْضِ تُكَلِّمُهُمْ ۙ اَنَّ النَّا سَ كَا نُوْا بِاٰ يٰتِنَا لَا يُوْقِنُوْنَ

“Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (QS. An-Naml 27: Ayat 82).

Nah, kalimat Dabbatam Minal Ardhi (Binatang melata dari Bumi) ditafsirkan suatu jaringan konspirasi, gerakan rahasia yang membawa ajaran sesat yang mengaku sebagai kebenaran. Padahal ia adalah penipu yang mengatasnamakan kebenaran. Dialah al Masih Ad Dajjal yang akan membawa fitnah besar di muka bumi ini dan mengguncangkan hati manusia dengan segala kekuatan konspirasinya. Dan sesungguhnya gerakan konspirasi ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, yakni pada masa imperium Rumawi, masih zaman Babilonia (500 SM). Dimana Dajjal itu mengaku dirinya Tuhan.
Firman الله Subhanahu Wa Ta’ala :

وَقَا لَ فِرْعَوْنُ يٰۤـاَيُّهَا الْمَلَاُ مَا عَلِمْتُ لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرِيْ ۚ فَاَ وْقِدْ لِيْ يٰهَا مٰنُ عَلَى الطِّيْنِ فَا جْعَلْ لِّيْ صَرْحًا لَّعَلِّيْۤ اَطَّلِعُ اِلٰۤى اِلٰهِ مُوْسٰى ۙ وَاِ نِّيْ لَاَ ظُنُّهٗ مِنَ الْـكٰذِبِيْنَ

“Dan Fir’aun berkata, “Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarkanlah tanah liat untukku wahai Haman (untuk membuat batu bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan aku yakin bahwa dia termasuk pendusta.” (QS. Al-Qasas 28: Ayat 38).

Fir’aun mengaku dirinya Tuhan dan memerintahkan pembesar utamanya Hamman untuk membuat bangunan Menara yang tinggi dengan tujuan untuk membunuh Tuhan Nabi Musa, karena Nabi Musa telah memperingatkan Fir’aun bahwa sembahlah الله Yang Maha Tinggi. Dengan begitu Fir’aun ingin meyakinkan kepada kaumnya bahwa Musa itu pendusta.

Tentang Dajjal sudah ada sejak zaman sebelumnya juga diterangkan oleh kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya :
“Aku peringatkan kalian tentangnya (maksudnya Dajjal). Tidak ada seorang Nabi melainkan dia memperingatkan kaumnya tentang Dajjal. Nabi Nuh benar-benar telah memperingatkan kaumnya tentang Dajjal.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi singkatnya, Dajjal itu sesungguhnya ada pada tiap-tiap zaman, dan ada pada tiap-tiap kaum. Bahkan dalam makna yang lebih luas, Dajjal itu ada dalam diri tiap-tiap individu, keluarga, kelompok, bangsa dan negara. Maka lawannya Ad-Dajjal ialah Al-Mahdi [Laa Ilaaha Ilalloh]. Dan lawannya Ad-Dajjal zaman ini, ialah Al Imam Al Mahdi.

Ikhwan wal akhwat, perlu diingat bahwa, Dajjal itu sangat sulit sekali untuk dikenali kalau bukan oleh Al Mahdi dan para pengikutnya. Dia berwujud Konspirasi yang terlihat surga padahal neraka. Konkrit dalam keabstrakannya, dan abstrak dalam kekonkritannya. Tidak terlihat tapi dapat dirasakan keberadaannya bagi Ahli Laa Ilaaha Illalloh. Konspirasi jahat yang terlihat baik. Ibaratkan seorang pemilik Singa yang menyelamatkan orang dari mulut Buaya untuk dijadikan santapan Singa peliharaannya.

Sebuah organisasi tanpa bentuk, yang bahkan antar anggotanya saja mereka tidak saling mengenal, organisasi yang tertata rapi, bertingkat-tingkat, yang memiliki tujuan “kehidupan, cinta, dan kebebasan” [love, live, liberty], dimana manusia memiliki kebebasan sebebas-bebasnya dalam menentukan kehidupan dan keinginannya, sebuah paham yang menganggap agama sebagai pengekangan hak-hak manusia, agama dianggap sebagai penjara dan racun yang menyesatkan dan mengkerdilkan jiwa manusia.

Sebuah gerakan yang menginginkan manusia memiliki gaya hidup yang sama, tidak dikotak-kotakkan dalam dogma agama, bangsa dan negara. Memiliki satu pandangan hidup, yakni kebebasan dalam arti yang seluas-luasnya, dimana manusia bisa menentukan pilihannya untuk memuaskan hawa nafsunya tanpa ada batasan-batasan norma agama yang mengatur. Inilah yang dimaksud dengan simbol “Mata Satu” dalam hadits itu, dimana hanya memiliki satu tujuan yakni keduniaan semata dengan melupakan adanya Tuhan dan adanya Hari Pembalasan. Menjauhkan umat beriman dari Tuhannya, dari sifat persatuan dan kesatuan serta rasa patriotisme bangsa dan negara.

Bahkan tentang Dajjal ini, bukan hanya diisyaratkan di dalam Al Quran dan Hadits saja, namun juga diisyaratkan di dalam Injil Perjanjian Baru dalam Kitab Wahyu.

Oleh karena itu kita sepatutnya sadar bahwa Dajjal akan melemahkan setiap agama dan keyakinan serta persatuan dan kesatuan suatu kelompok bangsa dan negara.

Oleh karena itu pangersa Abah telah mewasiatkan kepada kita semua, khususnya bagi yang sudah di Talqin untuk membaca doa ini dalam sholat kita, yang dibaca sebelum salam :

Allohumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qobri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal. Yang Artinya: “Ya الله‎, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.”

Tanda kemunculan Dajjal juga termasuk wabah penyakit COVID-19, itu juga termasuk tanda-tanda akhir zaman, yakni munculnya Dajjal. Makanya Guru kita memberikan do’a sebagai masker anti segala virus:

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ اَنْتَ أَخِذٌ بِناَصِيَّتِهَا اِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمْ

ALLOHUMMA INNII A’UDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII WAMIN SYARRI KULLI DAAABBATIN ANTA AKHIDZUN BINAA SHIYYATIHAA INNA ROBBII ‘ALAA SHIROOTHIN MUSTAQIIM.
Artinya: “Ya الله‎ sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku dan dari keburukan segala makhluk yang melata dibumi (termasuk virus) Engkaulah yang memegang terhadap ubun-ubunnya. Sesungguhnya Robb-ku menunjukkan pada jalan yang lurus”.

Ikhwan wal akhwat, itulah informasi tentang Dajjal yang diterangkan oleh Junjungan kita.

Lalu bagaimana dengan Imam Mahdi?

Al Imam Al Mahdi dalam pengertian bahasa adalah Seorang Pemimpin yang mendapat Petunjuk. Pemimpin apa? Pemimpin apa saja. Pemimpin diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, atau negara. Terlebih lagi pemimpin jalan menuju Alloh, ialah seorang Mursyid.

‎Firman الله Subhanahu Wa Ta’ala :

وَتَرَى الشَّمْسَ اِذَا طَلَعَتْ تَّزٰوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَا تَ الْيَمِيْنِ وَاِ ذَا غَرَبَتْ تَّقْرِضُهُمْ ذَا تَ الشِّمَا لِ وَهُمْ فِيْ فَجْوَةٍ مِّنْهُ ۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ ۗ مَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرْشِدًا

“Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) الله‎. Barang siapa diberi petunjuk oleh الله‎, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 17).

Maka ketahuilah bahwa, Al Imam Al Mahdi itu sesungguhnya ialah Mursyid. Karena hanya Mursyid yang mampu memberikan petunjuk ke jalan menuju Alloh hingga sampai kepada Alloh [wushul illalloh]. Mursyid kita pada zaman ini ialah Sulthonil Auliya Hadhrotus Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra wa Qs. Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma’had Suryalaya silsilah ke-38.

Sabda Nabi SAW :

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ، تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Kapan tanda-tanda munculnya Imam Mahdi?

Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan setidaknya adanya dua fenomena yang menjadi pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat. Pertama, gejala sosial berupa perselisihan antar-manusia dan Kedua, gejala alam berupa gempa-gempa yang berdatangan silih-berganti.

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ وزلازل

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus الله‎ ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa”.

فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا

“Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad).

Nah, berdasarkan tanda-tanda inilah [perselisihan dan gempa] maka dengan kepekaan rasa dan ketajaman firasat, beliau (pangersa Abah) mendapatkan petunjuk dari الله‎ sebagaimana yang sering beliau sampaikan, ”Inni a’lamu minallohi maa laa ta’lamuun” [Aku diberitahu oleh الله‎ apa yang tidak kamu ketahui].

Inilah tanda-tanda akhir zaman. Kapan terjadinya hari kiamat? Tidak ada yang tahu!

Nabi SAW pun tidak tahu ketika ditanya Jibril as :

فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ


“Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?” Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.” (HR. Muslim).

Perhatikan sabda pangersa Abah, “Oleh karena kita tidak tahu apakah kita masih hidup hari esok? Maka hari ini adalah hari akhir bagi kita.” Dan ini artinya tanda bahwa Dajjal telah keluar dan Imam Mahdi telah datang. Oleh karena itulah juga, maka pangersa Abah telah membagikan amalan kemalaikatan kepada kita semua. Terlebih kepada 313 tentara Al Mahdi.

Makanya pangersa Abah membuat nama pada pengajian manaqib, yakni “Pengajian Anti Gempa”. Karena kata Abah tanda-tanda gempa besar itu sudah ada, kita tidak tahu, per detik terjadinya, kita tidak tahu kata Abah, tapi pasti gempa besar itu akan terjadi!

Datangnya gempa itu masih bisa ditahan dengan adanya orang yang masih berdzikir menyebut nama-Nya. Selagi masih ada orang yang menyebut Nama الله, maka kiamat akan ditunda.

Nabi SAW bersabda :


عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يُقَالَ فِى الأَرْضِ اللَّهُ اللَّهُ ». (رواه مسلم) ـ


Nabi bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat hingga di bumi tidak ada yang mengucapkan الله‎ الله‎” (HR Muslim).

Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan akan ditunda selama 40 tahun. Dan itulah masa-masanya Al Imam Al Mahdi. Makanya pangersa Abah mengibarkan Bendera Surga, yakni bendera Merah-Putih, Bendera Pusaka, Bendera Al Imam Al Mahdi yang sudah dijungkirbalikkan oleh Dajjal menjadi putih-merah, Bendera Persatuan yang sudah dirong-rong oleh bendera-bendera perpecahan [Partai].

Firman الله Subhanahu Wa Ta’ala :

وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ


“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan الله,”

مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَا نُوْا شِيَعًا ۗ كُلُّ حِزْبٍ بِۢمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ

“yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 31-32).

Dalam situasi seperti ini maka diperlukan seorang pemimpin yang tidak tidur (terlena) oleh propaganda Dajjal, yang akan mempersatukan umat-umat yang beriman di bawah panji Merah – Putih, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nah dalam konteks inilah, pangersa Abah memproklamirkan Prof. Anis Rasyid Baswedan sebagai Al Imam Al Mahdi, yakni seorang Pemimpin yang telah mendapatkan Petunjuk [Talqin Dzikir] yang akan memimpin Indonesia maju, adil, makmur dan sejahtera. Ia merupakan representasi [simbol] dari Al Imam Al Mahdi yang sesungguhnya, yakni seorang Pemimpin yang Memberikan Petunjuk [Mursyid]. Simbolis ini untuk menyadarkan kita semua akan eksistensi keberadaannya, karena tidaklah mungkin Al Imam Al Mahdi mengaku dirinya Al Imam Al Mahdi, sebagaimana Wali tidak boleh mengaku dirinya Wali. Maka ketahuilah bahwa “Ar Rosyid” itu nama الله‎ Yang Maha Pemberi Petunjuk. Maka kata Rosyid dan Mursyid itu memiliki arti yang sama, yakni seorang Pemimpin Yang Memberi Petunjuk, yang petunjuk itu berdasarkan Petunjuk dari الله‎ Azza wa Jalla. الله Maha Pemberi Petunjuk [Ar-Rosyad].

Inni a’lamu minallohi maa laa ta’lamuun.
Wallohu a’lam bishshowab. Wallohul muwaafiq ilaa aqwaamith thooriq Wassalamu’alaikum wrwb.

Share this Article
Leave a comment