RAHASIA TANGISAN KEDUA ORANG TUA ADA DIANTARA BAROKAH DAN MUSIBAH

Panji Makalalag
Panji Makalalag
5 Min Read

Oleh: K.H. Luqman Kamil Ashiddiq, S.Pd.I.
(Wakil Talqin Pangersa Hadrotus Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul dari Cimahi)

Hendaklah engkau takut dengan tangisan kedua orang tua yang merasa tersakiti. Tetesan air mata yang berderai dari kedua orang tua yang merasa tersakiti akan mengundang murkanya الله SWT dan bisa menjadi sebab datangnya musibah silih berganti menimpa seorang anak Adam.

Berbahagialah dengan tangisan bahagia dari kedua orang tua. Tetesan air mata yang berderai dari kedua orang tua yang merasa bahagia akan mengundang keridhoan الله SWT. Keridhoan الله inilah yang menjadi sumber keberkahan hidup dan kesuksesan hidup seorang anak Adam. Lalu siapakah yang termasuk kedua orang tua itu?

Dijelaskan dalam kitab ulama salafus sholih sebagai berikut:

وَقَدْ رُوِيَ فِى الْحَدِيْثِ: آبَاؤُكَ ثَلَاثَةٌ: أَبُوْكَ الَّذِيْ وَلَدَكَ، وَالَّذِيْ زَوَّجَكَ اِبْنَتَهُ، وَالَّذِيْ عَلَّمَكَ، وَهُوَ أَفْضَلُهُمْ.
الْعَطِيَّةُ الْهَنِيَّةُ، ص. ٣٢ و فِى الْمَنْهَجِ السَّوِيِّ، ص ٢٢

Telah diriwayatkan dalam sebuah hadits: “Orang tuamu ada tiga. Orang tua yang menjadi penyebab kelahiranmu. Orang tua yang menikahkanmu dengan putrinya. Dan orang tua yang mengajarimu ilmu, dan dialah yang paling utama.” (Sumber: Al-Athiyyah Al-Haniyyah, hlm. 32; Al-Manhajis Sawiyyi, hlm. 220).

الله SWT berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِۦ شَيْئًا  ۖ وَبِالْوٰلِدَيْنِ إِحْسٰنًا ..,

“Dan beribadahlah kepada Alloh dan janganlah kamu berbuat syirik kepada-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..,” (QS. An-Nisa/4: Ayat 36)

Dalam hadits Qudsi, الله SWT telah berfirman, Rosululloh SAW bersabda:

مَنْ اَصْبَحَ مَرْضِيًّا لِوَالِدَيْهِ، مُسْخِطًا لِيْ ، فَأَنَا عَنْهُ رَاضٍ ، وَمَنْ أَصْبَحَ مَرْضِيًّا لِيْ ، مُسْخِطًا لِوَالِدَيْهِ ، فَأَنَا عَلَيْهِ سَاخِطٌ

Barangsiapa yang setiap hari mencari ridho kedua orang tuanya tetapi mendurhakai-KU, maka AKU tetap ridho kepadanya. Dan barangsiapa yang setiap hari mencari ridho-KU tetapi memusuhi kedua orang tuanya, maka AKU murka terhadapnya.

Rosululloh SAW bersabda:

عَنْ عَبْدُ الله بن عَمْرٍو رضي الله عنهما قال قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: رِضَى اللهُ فى رِضَى الوَالِدَيْنِ و سَخَطُ الله فى سَخَطُ الوَالِدَيْنِ
( اخرجه الترمذي وصححه ابن حبان والحاكم )

Dari Abdulloh bin ‘Amrin bin Ash ra ia berkata bahwa Nabi SAW telah bersabda: “Keridhoaan الله terletak pada keridhoan kedua orang tua dan murkanya الله terletak pada murkanya kedua orang tua.” (HR. TIRMIDZI)

Dalam riwayat yang lain dijelaskan:

كُلُّ الذُّنُوْبِ يُوءَخِرُ ﷲُ مِنْهَا مَا شَاءَ اِلَی يَوْمَ الْقِيَامَةِ  اِلاَّ عُقُوقَ الْوَ الِدَيْنِ  فَاِنَّ ﷲَ  يَعَجِّلُهُ  لِصَاحِبِهِ فِی الْحَيَاۃِ  وَقَبْلَ الْمَمَاتِ .

“Semua dosa, siksaannya ditangguhkan oleh الله sekehendak-NYA sampai hari kiamat kecuali durhaka kepada kedua orang tua maka الله akan mempercepat siksaan baginya diwaktu masih hidup sebelum mati.” (HR. HAKIM)

Dalam riwayat yang lain dijelaskan:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ : بِرُّوْا آبَاءَكُمْ تَبِرَّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ وَعِفُّوْا تَعِفَّ نِسَاؤُكُمْ

Bersabda Nabi SAW: “Berbuat baiklah terhadap kedua orang tua kalian niscaya anak-anak kalian akan berbuat baik terhadap kalian dan peliharalah kehormatan diri kalian maka istri-istri kalian akan memelihara kehormatannya.” (HR. THOBRONI dari IBNU UMAR)

Dalam riwayat yang lain dijelaskan :

أَنَّ بِرَّالْوَالِدَيْنِ أَفْضَلُ مِنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، وَالْجِهَادِ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَأَنَّ الْعَاقَ لِوَالِدَيْهِ، لَايَنْظُرُ اللّٰهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَنَّهُ لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Sesungguhnya berbuat baik kepada kedua orang tua adalah lebih utama dari ibadah Haji dan Umroh dan berperang dijalan الله. Dan sesungguhnya orang yang mendurhakai kedua orang tuanya, الله SWT tidak akan memandang kepadanya pada hari kiamat dan sungguh ia tidak akan mencium wanginya surga.”

So, jika ada firman الله SWT dalam Al Qur’an dan Sabda Nabi SAW dalam haditsnya tentang perintah berbuat baik kepada kedua orang tua maka itu mencakup pada ketiganya (orang tua, mertua, dan guru-guru kita), karena diakui atau tidak, mereka telah banyak berjasa terhadap kita.

Berbuat baiklah pada ketiganya, kepada orang tua kandung, mertua, guru-guru kita, baik di sekolah, di majelis ta’lim, di masjid, di musholla, di pesantren, guru yang telah mengajarkan zhohir-zhohir syareat agama terlebih pada Guru Mursyid yang telah menjadikanmu ma’rifat dan wushul kepada الله SWT.

Baktimu pada ketiganya, akan menjadi sebab terbukanya pintu barokah.

Imam Syamsuddin al-Sakhowi berkata:

الْمُرَادُ بِالْبَرَكَةِ النُّمُوُّ وَالزِّيَادَةُ مِنَ الْـخَيْرِ وَالْكَرَمَةِ.(القول البداع في الصلاة على الحبيب الشفيع, 91 )

“Yang dimaksud dengan barokah adalah berkembang dan bertambahnya kebaikan dan kemuliaan.” (Al-Qowl al-Badi’ fi al-Sholah ‘ala al-Habib al-Syafi’, 91)

Di antara sekian banyak cara berbuat baik kepada kedua orang tua, Guru Mursyid Kamil Mukammil, Syeikh Muhyiddin Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul mencontohkan dan memerintahkan untuk memperbanyak sholat sunnah Birril Walidain.

(bersambung…)

Share this Article
Leave a comment