Safari Manaqib dan Ziarah ke Baghdad Bersama Pangersa Abah Aos bagian 1: Teristimewa

Panji Makalalag
Panji Makalalag
2 Min Read

Oleh: Prof. Dr. K.H. Budi Rahman Hakim, MSW., Ph.D. [Abah Jagat Al Khoolish]
(Pembantu Khusus ABAH AOS)

Tidak mudah masuk ke irak dalam situasi keamanan yang penuh ketegangan pasca perang. Masih tercium bau mesiu. Tank dan kendaraan lapis baja masih berderet di jalan-jalan menuju kota-kota negeri seribu satu malam. dara masih tertumpa entah sampai kapan. Aksi teror peledakan bom masih terjadi di mana-mana. Ya, hingga hari ini situasi politik dan keamanan Irak masih belum stabil. Peran militer masih begitu kuat dalam melakukan pengamanan sejumlah tempat. Oleh karena itu pemerintah otoritas Irak sangat-sangat selektif memuluskan visa kunjungan ke negaranya, termasuk untuk berziarah.

 

Mentri BUMN Dahlan Iskan menerima kartu tanda anggota JATMAN dari Abah Aos selaku Mursyidnya Serah terima dilakukan saat acara tasyakuran dan pelepasan rombongan Syaikh Mursyid ke Baghdad

Namun di tengah ketatnya keamanan terjadi keistimewaan. Adalah rombongan ziarah manaqib ke empat kota penting Irak yang dipimpin langsung Syeikh Mursyid TQN PPS ke-38, Syeikh Muham- mad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al Qodiri atau “Abah Aos” yang memperoleh limpahan keistime- waan itu. Ziarah yang dilaksanakan dari tanggal 31 Oktober sampai 5 November 2013 ini, alham- dulillah sebaliknya, memperoleh berbagai ke- mudahan, kelancaran, dan keindahan. Meski mulanya harus dagdigdug menunggu ke- luar tidaknya visa kunjungan yang sampai batas waktu habis belum keluar juga tapi akhirnya, ham- dan wa syukron lillah, bisa tetap jalan. Jadilah rom- bongan Syeikh Mursyid terbang dengan maskapai Ettihad menuju Baghdad tanpa visa, bahkan tiba 30 menit lebih cepat dari jadwal seharusnya. Tran- sit di Abu Dhabi sejenak, lalu terbang ke Baghdad tanpa penundaan waktu sedikit pun.

(Bersambung)

Share this Article
Leave a comment