GOLONGAN YANG PALING DAHULU MENDAHULUI

Alloh SWT berfirman dalam  AL WAQI’AH   ayat 8 s / d ayat 11 .

فَأَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ مَآ أَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ
“yaitu golongan kanan , alangkah mulianya golongan kanan itu ,” 
( ayat 8 )

وَأَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِ مَآ أَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِ
“dan golongan kiri , alangkah sengsaranya golongan kiri itu ,”
( ayat 9 )

وَالسّٰبِقُونَ السّٰبِقُونَ
“dan orang-orang yang mendahului  , merekalah yang paling dahulu mendahului .”
( ayat 10 )

أُولٰٓئِكَ الْمُقَرَّبُونَ
“mereka itulah orang – orang yang dekat ( dengan Alloh ). ”
(QS. Al-Waqi’ah / 56 : Ayat 11 )

Di antara dua antrian panjang ; satu antrian ke surga ( golongan kanan ) dan satu lagi antrian ke neraka ( golongan kiri ) .

Ada segolongan ( manusia ) yang mendahului masuk tanpa antri . Mereka bebas hambatan langsung masuk ke Hadrot ALLOH SWT .

Siapakah mereka ? Mereka adalah para Dzaakir-ALLOH , pengamal dan pecinta Dzikir, berdasarkan Sabda Nabi Muhammad SAW :   “Seorang hamba berjalan ( antri ) ke surga , dan pen-Dzikir terbang ke Hadrot Qurbah ( Alloh SWT ) ” .
[ Al-‘Aabid sayyarun ilal jannah wa al-dzaakir thoyyarun ilal qurbah ] .

Di dalam al-Quran dinyatakan , golongan yang mendahului ( antrian ) itu ialah golongan ‘orang-orang yang dekat dengan ALLOH dan para kekasihnya’ [  Wassabiquunas-sabiquun, ulaaikal muqorrobun  ] .”
Senada dengan ayat Al Qur’an diatas Rosululloh SAW bersabda :

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ رَاشِدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  :
سَبَقَ الْمُفْرِدُونَ قَالُوا وَمَا الْمُفْرِدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ الْمُسْتَهْتَرُونَ فِي ذِكْرِ اللَّهِ يَضَعُ الذِّكْرُ عَنْهُمْ أَثْقَالَهُمْ فَيَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِفَافًا .

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Ala` telah mengabarkan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Umar bin Rosyid dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Huroiroh dia berkata ; Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Telah mendahului golongan Al Mufarridun .
” Mereka bertanya , “ Siapa ( yang dimaksud dengan ) Al Mufaridun ya Rosululloh? ”
Beliau bersabda : “Mereka adalah orang-orang yang langgeng dalam berdzikir kepada Alloh , dzikir telah menggugurkan dosa-dosa yang mereka pikul , sehingga mereka datang dalam keadaan ringan tanpa beban dosa .”
[ HR .TIRMIDZI No.3520 dan MUSLIM No. 4834 ]

Semoga bermanfaat .
Salam Ikroman Wa Ta’zhiman Wa Mahabbatan ,

LUQMAN KAMIL ASH SHIDDIQ
————————————————–
Syarahan dari tulisan KH Rd Budi Rahman Hakim Al Kholish Ph.D MSW

Postingan yang berkaitan

Anda juga bisa baca postingan di bawah ini!
Abah anom

ILMU MEREM TIDAK TIDUR

ILMU MEREM TIDAK TIDUR "Umum tau-nya merem itu tidur; nunduk merem itu tidur. Sejak 40 tahun sebelum Indonesia Merdeka sampai sekarang, Suryalaya 1 [Abah Sepuh] & 2 [Abah Anom] sudah mengajarkan 'merem itu tidak tidur'; 'nunduk merem itu tidak tidur'....

Ziyarah ke makam itu, utamanya makam para Aulia ALLOH, sejatinya bukan hanya untuk mengingat kematian [ذكرالموت] tapi juga untuk mengingat tentang kehidupan dan bagaimana agar tetap hidup setelah kematian. Ya, kematian itu sesungguhnya hanya pintu gerbang menuju alam kehidupan yang...

Kita sering merasa tidak enak badan, juga kita sering tidak enak hati. Tidak enak badan dan tidak enak hati itu dipastikan karena kita, disadari atau tidak, telah memasukkan sesuatu yang tidak dikehendaki badan; kita melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki --tidak...

Hidup bahagia atau sedih, tenang atau gelisah, mudah atau susah, ringan atau berat, semuanya adalah respon emosi kita terhadap kenyataan hidup yang terjadi dan kita alami. Seberapa dalam, seberapa lama, dan seberapa terganggu kita, semua sesungguhnya tergantung kemampuan diri sendiri...

Manusia itu produk teknologi tercanggih, tersempurna dan termutakhir yang ALLOH ciptakan. Bukan hanya hardware-nya tapi juga software-nya. Bukan hanya struktur jasmaninya yang sempurna tapi juga anatomi ruhaninya yang super duper canggih. Kalau kesempurnaan fisik (outer-dimension) manusia barangkali masih ada yang...

Apa yang kita makan, yang kita minum, mempengaruhi bukan hanya kondisi fisik tapi juga nonfisik. Jadi, kalau ada keanehan dalam kondisi tubuh dan status ruh pasti karena, disadari atau tidak, kita telah memasukkan makanan-minuman yang tidak dikehendaki tubuh dan ruh....

Load More