HAKIKAT & PUNCAK FADHOILUS SYUHUR

Panji Makalalag
Panji Makalalag
3 Min Read

Oleh: K.H. Budi Rahman Hakim Al Amiin, MSW., Ph.D. (Abah Jagat Al Khoolish)
(Pimpinan Pesantren Peradaban Dunia JAGAT ‘ARSY)

Kalau ada yang bertanya apa itu FADHOILUS SYUHUR? Jawabannya: sebuah kitab berbahasa Arab yang menyingkap rahasia makna di balik kata per kata dari nama-nama bulan Hijriyah dalam dimensi Sufi.

Lalu, siapakah FADHOILUS SYUHUR? Jawabannya: Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs [Abah Aos]. Ya, kitab ini adalah magnum opus dari Guru Sufi Agung Thoriqoh Qoodiriyyah Naqshabandiyyah Ma’had Suryalaya Ahli Silsilah 38.

Kitab kuning ini ditulis oleh seseorang yang telah ditunjuk Guru Agungnya, Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Aarifin [Abah Anom] untuk menerima tongkat estafeta sebagai Maalikuz Zaman, Sang Penguasa Waktu. Demikian, ketika menulis kitab tentang rahasia makna di balik nama-nama bulan Hijriyah ini, Abah Aos sedang mentajallikan diri sebagai Malikuz Zaman.

Besar harapan, dengan dikupasnya asrorul ma’aani dari nama-nama bulan dalam Kalender Islam ini umat Islam khususnya Ikhwan Pecinta Kesucian Jiwa mampu menghayati pesan-pesan ilahiyah yang terkandung di baliknya. Pesan-pesan langit yang akan menuntun umat menjalani hari, minggu dan bulan slalu dalam ketaatan kepada الله dan terhindar dari kemaksiatan kepada-NYA.

Puncak dari tajalli Abah Aos sebagai Maalikuz Zaman ialah ketika FADHOILUS SYUHUR, keutamaan bulan-bulan hijriyah, diterjemahkannya dalam kepastian dan ketetapan: seluruh bulan dalam hijriyah adalah bulan Ramadhan. Ya, dengan otoritas keruhaniannya sebagai Sang Penguasa Waktu me-Ramadhan-kan sebelas bulan lainnya maka: setiap bulan adalan bulan suci, setiap bulan adalah bulan penuh berkah, dan setiap bulan adalah bulan penuh ampunan.

Setiap bulan adalah bulan Ramadhan karena pada setiap bulan ada amalan utama yang me-Ramadhan-kan-nya, yaitu: setiap bulan ada NUZULUL QUR’AL, LAILATUL QODAR, MAULID WAL MAULUD NABIYULLOH Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam melalui Talqin Dzikir dari Ahlut Talqin.

Dengan Talqin & Dzikir, Sang Maalikuz Zaman juga menetapkan setiap hari adalah Hari Raya Iedul Fitri. Iedul Fitri itu bukan hanya dan tidak harus menunggu 1 Syawal, ketika seseorang mengambil Talqin dan mengamalkan Dzikirnya maka setiap hari ia ber-Iedul Fitri. Jiwa-jiwanya kembali suci dan disucikan oleh cahaya & api LAA ILAAHA ILLA الله.

Dengan demikian, kepada siapa yang telah berjumpa, mengenal dan berguru kepadanya, sungguh, tidak ada waktu lagi untuk tidak bersyukur. Ya, tinggal syukurnya. Dan cara tasyakkur terbaik dengan khidmah wal istiqomah mengamalkan, mengamankan dan melestarikan Ajaran-Amalan Kesucian Jiwa Thoriqoh Qoodiriyyah Naqshyabandiiyah Ma’has Suryalaya.

ASSALAAMU ‘ALAIKA YA MAALIKAZ ZAMAAN, AL FAATIHAH. AAMIIN.

Salam cinta & sayang kalian semua, AL KHOOLISH

Share this Article
Leave a comment