HIKMAH DARI NAIK-TURUNNYA KEHIDUPAN

Panji Makalalag
Panji Makalalag
1 Min Read

Oleh: K.H. Muhammad Aang Rahmat Setiarasa
(Wakil Talqin Pangersa ABAH dari Bandung)

Dawuh Pangersa Abah:

“Kalo usaha ingin naik, mesti dari bawah. Kalo sedang dibawah seharusnya bahagia, karena pasti naik. Justru kalo sedang diatas harus hati2…. Karena suka turun.”

Tidak ada turun dua kali. Turun itu pasti sekali naik pasti dua kali

فان مع العسر يسرا ان مع العسر يسراً

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Al Insyirah ayat 5-6)

Tapi manusia hanya bicara ketika turun, ketika naik mah tidak suka bicara. Seharusnya yang dibicarakan itu kalo sedang naik,

واما بنعمة ربك فحدث

“Adapun dengan nikmat Tuhan-mu maka katakan lah…” (Qs. Ad Dhuha ayat 11)

Si kabayan, kalo sedang pailit ia suka tertawa riang gembira, kalo sedang panen ia sedih menangis. Lalu ia ditanya,

“kenapa kamu nangis kalo sedang panen?”

Jawabnya “kan mau paceklik.”

“Kenapa gembira kalo sedang paila (paceklik) ?”

“kan mau panen.”

#SetiaRasa

Kamis, 15 Muharram 1442

Share this Article
Leave a comment