JELEK DULU UNTUK JADI BAIK

Panji Makalalag
Panji Makalalag
3 Min Read

Oleh: K.H. Budi Rahman Hakim Al Aamiin Al Khoolish, MSW., Ph.D. (Abah Jagat)
[Pembantu Khusus ABAH AOS]

Setiap kita diperjalankan oleh-Nya. Sebelum akhirnya ketemu dan dipertemukan jalan pulang kepada-Nya (arruju’ ilalloh), seorang insan seringkali harus melewati jalan terjal berbatu Iblis. Di antaranya, menjalani perilaku kehidupan seorang Dajjal, menjadi penurut hawa nafsu bahkan hingga tingkat ‘dewa’.

Wasilah Hidayah untuk akhirnya berjumpa dengan jalan Alloh (As-Shiroth), seorang Syeikh Mursyid (Al-Mustaqim), bermacam cara. Ada yang dengan suatu peristiwa kecil yang lalu jadi alarm selanjutnya mengubah arah jalan hidupnya, dan ada juga berbentuk sebuah tragedi, prahara dan segala kepaitannya lalu mengantarkannya ke alam sadar dan irodat untuk kembali ke jalan Alloh.

Terhadap nature perjalanan kehidupan seorang manusia, Hadrotusyeikh Abah Aos Ra Qs mengungkapkan,

“Kita mah tidak akan baik kalau tidak jelek dulu…Yang langsung jadi baik mah hanya Kanjeng Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam”

Demikianlah Taujihat dari seorang Syeikh yang lekat dalam dirinya dua sifat Alloh, ‘Sattaron‘ (Maha Penutup Segala Aib) dan ‘Ghoffaron‘ (Maha Pengampun). Jadi, seberapa busuk perilaku seorang manusia dan juga murid yang datang kepadanya, pasti beliau akan tutupi ‘aibnya, diampuni kesalahannya.

Wabilkhusus Muhibbin wal Muridin Abah Aos, ketauhilah, Abah Aos mengetahui segala apa yang terjadi pada muridnya. Namun, sejauh menyadari kekhilafan seburuk apapun itu, saat datang kepadanya, sebelum kita memohon agar kita diampuni segala dosa-dosa, ia sudah memberikan ampunannya.

Abah menghalalkan tindakan haram yang telah dilakukan, mensucikan kita kembali dengan cahaya keagungan Laa ilaaha illalloh, meski pezina maupun pencuri, untuk selanjutnya sang murid komit untuk mengistiqomahkan diri dalam pengamalan setiap ajaran Kesucian Jiwa jalur Suryalaya dan tidak mengulangi jalan kesesatan yang memperturutkan nafsu amarahnya itu.

Alhamdulillah, bersyukur kepada kita yang sudah diperjumpakan dengan seorang pemandu jalan pulang kepada-Nya, sekaligus telah menganugrahkan kepada kita alat pensuci jiwa dan pencuci Qolbu: dua dzikr yang ditanam 3 lapis Ruh kita.

Bersyukur seluas jagat raya, bagi kita yang telah dan akan selalu dikumpulkan dengan seorang yang oleh Alloh dan Rosul-Nya telah disempurnakan kesucian jiwanya untuk mensucikan jiwa-jiwa siapa saja yang berguru kepadanya dari segala macam noda dunia, agar bisa tenang dan senang kembali pulang kepadaNya.

Salam khidmah, Al-Khoolish

Share this Article
Leave a comment