RENUNGAN HARI AROFAH : SEMUA KITA AKAN KEMBALI KEPADA TUHAN YANG SAMA

Panji Makalalag
Panji Makalalag
2 Min Read

Oleh: Dr. K.H. Akbar Mardani
(Wakil Talqin Pangersa ABAH AOS dari Bogor)

Para jamaah haji berkumpul bersama di padang Arofah merenungkan hakikat diri, bermuhasabah dan bertaubat dari segala salah dan khilaf. Yang pernah menunaikan ibadah haji pasti pernah merasakan dahsyatnya keharuan suasana di hari Arofah ini. Rata-rata tertunduk dan menangis berharap bisa diampuni segala dosa. Yang belum pernah semoga diberi kesempatan oleh الله untuk bisa datang ke Arofah di masa yang akan datang.

Di Arofah kita tersadar bahwa kita semua adalah sama status sebagai hamba. Talbiahnya sama, wuqufnya pada waktu yang sama, menghadapnya juga ke arah yang sama. Bahkan pakaianpun adalah sama. Itu semua menyadarkan kita bahwa keseharian kita selama ini yang membedakan adalah peran permainan saja yang pada waktunya akan selesai kembali menjadi sama saja.

Jangan sombong dengan jabatan. Itu hanya permainan peran sementara saja. Jangan sombong dengan kekayaan, itu semua juga cuma permainan peran di dunia yang pasti juga berakhir. Jangan sombong dengan kekuasan, karena ia pun adalah permainan yang nanti akan selesai. Al-Qur’an telah menyatakan bahwa kehidupan di dunia ini adalah permainan saja. Jangan sok jago dan sombong, karena hakikatnya kita adalah sama sebagai hamba. Rukunlah sesama hamba, jangan saling tindas, tipu dan pukul.

Permainan catur memberikan pelajaran berharga bagi kita. Di atas papan catur, raja begitu berwibawa dan dilindungi. Menteri, gajah, kuda, benteng dan bidak terasa sebagai bawahan yang tak semulia raja. Namun kita semua tahu bahwa setelah permainan usai, semua itu masuk kotak yang sama. Kadang rajanya berada di tumpukan paling bawah. Tak ada yang istimewa, karena semua ternyata hanya anak catur.

Madrosah+Roudloh Wa Abkaaro – Selasa, 27 Juni 2023

Share this Article
Leave a comment