TUNDUKNYA RAJA JIN KEPADA SULTHONUL AULIYA

Panji Makalalag
Panji Makalalag
4 Min Read

oleh: K.H. Muhammad Aang Rahmat Setiarasa
(Wakil Talqin Pangersa ABAH AOS dari Bandung)

Sayyid Syaikh Abdul Qodir Aljailani qs bersabda:

“AKU ADALAH GURUNYA MALAIKAT, JIN DAN MANUSIA “

(Nahrul Qodiriyyah 308)

“Manusia ada gurunya, malaikat ada gurunya, jin ada gurunya, aku guru semuanya.”

(Manqobah: 39)

Syaikh Abu Sa’id Abdulloh bin Ahmad Ali Al-baghdadi berkata, “Anakku Fathimah seorang perawan berusia 16 th, satu hari pada tahun 537 H, naik loteng, sekejap kemudian langsung menghilang.  Lalu aku datang kepada Tuan Syaikh Abdul Qodir qs, melaporkan kejadian itu.”

Sabda Tuan Syaikh, “Malam ini kamu datang ke tempat sepi daerah Karkhi dan duduklah dekat bukit Khamis, dan buatlah garis lingkaran di tanah tempat dudukmu sambil membaca “

بسم الله على نية عبد القادر الجيلاني

“(Aku garis lingkaran) dengan nama Alloh atas niyat Syaikh Abdul Qodir Aljailani.”

Menjelang gelap waktu isya, akan datang kepadamu rombongan jin dengan bentuk dan rupa yang bermacam macam. Kamu jangan takut jangan terganggu sedikitpun dengan kedatangan mereka.  Nanti menjelang waktu sahar Raja jin melewatimu dengan pasukan lebih besar, dia akan bertanya padamu tentang keperluanmu.

Jawab olehmu: “Aku diutus oleh Syaikh Abdul Qodir  dan ceritakan padanya tentang anak putrimu.”

kata Syaikh Abu Sa’id : Lalu aku berangkat melaksanakan perintah Syaikh Abdul Qodir.

Lalu datanglah rombongan – rombongan jin dengan macam rupa yang menakutkan, tapi mereka tidak bisa mendekati lingkaran yang aku buat. Sampai datanglah Raja jin menunggangi kuda dikawal pasukan besar. Lalu dia berdiri dekat lingkaran dan berkata, “Hai manusia…. apa keperluan mu?”

Aku menjawab: “Syaikh Abdul Qodir mengutusku untuk menemui mu….”

Ketika Raja jin mendengar nama Syaikh Abdul Qodir dia langsung turun dari kudanya, lalu mencium tanah dan duduk di luar lingkaran. Dan seluruh pasukannya ikut duduk bersamanya.

Dan ia berkata: “Apa keperluan mu?”  Lalu aku ceritakan tentang anak putriku yang hilang. Raja jin pun bertanya kepada anak buahnya, “Siapa yang berani berbuat ini, Berani mencuri anak putrinya?”

tapi mereka tidak ada yang tahu.. Lalu datanglah satu jin nakal yang ternyata membawa anak putriku. Para pasukan jin berkata: “Tuan Raja…! ini dia… jin nakal dari china membawa anak putrinya…!!”

Raja jin berkata kepada jin nakal tersebut:

“Kenapa kamu berani mencuri di daerah kekuasaan waliy Quthub….??!! “

Dia menjawab:

“Maaf Tuan ku… aku mencintai Putri ini…”

Kemudian Raja jin memerintahkan untuk memenggal kepala jin nakal tersebut, dan menyerahkan anak putriku kepada ku.

Lalu aku bertanya pada Raja jin : “Kenapa engkau begitu tunduk kepada Tuan Syaikh Abdul Qodir?“

Dia menjawab: “Iya…. karena sesungguhnya Tuan Syaikh Abdul Qodir bisa melihat jin-jin nakal dari kami, walaupun ia berada ditempat yang sangat jauh. Jin-jin nakal akan kabur dari Tuan Syaikh karena kehebatannya. Dan sesungguhnya Alloh apabila menempatkan seorang waliy Quthub, Alloh memberinya kuasa untuk menundukkan jin dan manusia.” ( Nahrul Qodiriyyah 322 – 323 )

========

Hadrotussyaikh Abah Aos qs bersabda:

“Ketika Pangersa Abah Anom dipinta oleh ikhwan Sumedang untuk mendoakan jalan cadas pangeran yang sering longsor, Abah Anom memerintahkan Alm. Aki Anta untuk melaksanakan khotaman di daerah cadas pangeran.

Ketika tengah malam sedang melaksanakan khotaman, Aki Anta didatangi jin ular sebesar bedug suryalaya, dan dia berkata:  Aku akan pergi dari sini bukan karena takut kepadamu, tapi aku takut orang yang menyuruh mu. Ternyata jin tersebut yang menjadi sebab sering terjadinya longsor.”

Share this Article
Leave a comment